Demokrat Terkesan Setengah Hati Menangkan Prabowo

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Demokrat Terkesan Setengah Hati Menangkan Prabowo

10 September 2018 16:11 | • Wartawan : redaksi • Editor : • Dibaca : 22 kali

INDOSIANA - Syamsuddin Haris Pengamat politik dari lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menilai tidak pantas jika parpol membiarkan jajaran pimpinan di bawahnya berbeda sikap dan pilihan politik dengan pimpinan pusat (DPP).

Hal tersebut menanggapi sikap Partai Demokrat yang memberikan dispensasi kepada kadernya yang mendukung Joko Widodo pada Pilpres 2019. Menurut Syamsuddin Demokrat setengah hati mendudkung Prabowo-Sandiaga.

“Jika DPP Demokrat sudah putuskan untuk mendukung koalisi Prabowo-Sandi, semua jajaran partai di bawahnya harus mengamankan hal itu. Itulah risiko berpartai, di mana disiplin dan soliditas partai harus ditegakkan,” ujar Syamsuddin dikutip dari Kompas.com, Senin (10/9/2018).

Syamsuddin mengatakan, bila ada yang berbeda sikap dan pilihan politik maka mau tidak mau kader Demokrat yang bersangkutan harus mundur. Bila ada kader yang tidak mau mundur, tambahnnya, DPP Partai Demokrat harus memberi hukuman, memecat atau memberhentikan yang bersangkutan.

“Jadi, kalo ada pengurus Demokrat di pusat, provinsi, dan kabupaten atau kota yang dukung Jokowi ya harus mundur atau dimundurkan oleh DPP (Partai Demokrat),” ujar Syamsuddin.

“Jika DPP membiarkan, itu artinya Demokrat dan SBY setengah hati mendukung Prabowo-Sandi. Dan jika DPP membolehkan kader pilih yang lain (Jokowi-Ma’ruf Amin) jelas akan berdampak buruk bagi citra partai sehingga tidak mustahil dalam pileg suara Demokrat akan makin terperosok,” Syamsuddin menambahkan.

Sebelumnya, Partai Demokrat akan memberikan dispensasi kepada kadernya yang mendukung capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Ferdinand Hutahaean Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat mengatakan hingga saat ini baru satu daerah yang sedang dipertimbangkan serius mendapatkan dispensasi. "Hanya Papua yang sedang serius kami pertimbangkan," ujar Ferdinand, Minggu (9/9/2018) malam.

Ia menyebutkan, hal itu untuk menjaga suara partai. "Kami lihat opini dan animo masyarakat di sana untuk mendukung Pak Jokowi tinggi sehingga kami harus berpikir juga menyelamatkan partai kami dengan demikian nanti akan ada dispensasi khusus dari DPP terhadap daerah tertentu. Tidak banyak, sedikit sekali," kata dia.

Selain Papua, kata dia, ada tiga DPD lainnya yang juga berkeinginan mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.(kompas)

KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari