Kulit Bayi Melepuh Gegara Dicium Kerabat Orangtua

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Kulit Bayi Melepuh Gegara Dicium Kerabat Orangtua

07 September 2018 11:07 | • Wartawan : redaksi • Editor : • Dibaca : 99 kali

INDOSIANA - Mengunjungi saudara yang baru saja melahirkan merupakan sebuah tradisi yang lumrah terjadi. Meski demikian ibu-ibu harus waspada ketika sang buah hati melakukan kontak dengan orang lain.

Bayi sangat mudah terinfeksi virus dan bakteri dikarenakan kondisinya yang lemah. Jadi memungkinkan bagi bayi mengidap penyakit yang dibawa dari orang dewasa ketika situasi menjenguk berlangsung.

Seperti yang dialami oleh Ummi, salah seorang ibu yang mendapati kulit anaknya melepuh. Setelah melahirkan anak ketiga, tak ada masalah kesehatan yang dialami oleh putranya. Namun enam hari kemudian, Ummi melihat hal aneh pada kulit bayinya.

"Tiga bagian yang melepuh juga disertai dengan nanah kuning," tulis Ummi di akun Facebooknya, dilansir dari liputan6.

Melihat hal itu, Ummi segera melarikan putranya, Affan ke rumah sakit. Mulanya dokter mengatakan bahwa kelainan kulit pada putranya bukan hal yang perlu dikhawatirkan karena tidak berbahaya. Namun, dokter merujuk Ummi dan putranya ke rumah sakit lain karena penyakit kuning.

Seorang dokter bernama Dr Syed Jefrizal mendiagnosis penyakit yang dialami putra Ummi. Menurutnya Affan mengidap penyakit impetigo, yang merupakan penyakit yang mudah dialami bayi dan anak-anak akibat infeksi.

Walaupun tidak berbahaya, namun penyakit tersebut terkenal menular. Baik dokter dan Ummi yakin mungkin salah satu kerabat yang mengunjungi Affan menjadi sumber infeksi.

Dokter memberikan krim untuk mengobati penyakit kulit tersebut, namun penyakit itu semakin parah dan menyebar ke area tubuh lain. Ummi pun kembali membawa putranya ke rumah sakit.

Setelah diberikan antibiotik, kulit Affan kemudian mulai mengelupas dan kembali didiagnosa sindrom kulit staphylococcal scalded. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus membuat kondisi kulit bayi menjadi kemerahan, melepuh seperti terbakar.

Meski menghadapi berbagai masalah kulit, hanya butuh beberapa hari kemudian putra Ummi mulai membaik. Walaupun kulit sempat mengelupas beruntungnya hal itu tidak sampai meninggalkan bekas luka permanen.

Sejak saat itu, Ummi membagikan informasi penting kepada banyak orangtua. Ia menyarankan bahwa sikap berlebihan kepada bayi baru lahir merupakan hal yang wajar. Daripada harus mengalami infeksi seperti yang dialami putranya.(liputan6)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari