Tugas Akhir Sirna Karena Begal Sadis

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Tugas Akhir Sirna Karena Begal Sadis

31 August 2018 16:09 | • Wartawan : redaksi • Editor : • Dibaca : 91 kali
INDOSIANA - Seorang mahasiswi Bandung, Shanda Puti Denata (23) meninggal dunia akibat di begal. Ia merupakan mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani masa-masa sidang kelulusan.

Shanda yang merupakan mahasiswi angkatan 2013 ini kuliah di Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Bandung.

Ketua Jurusan Produksi Garmen STTT Ikhsan Permana menyebutkan bahwa Shanda ialah mahasiswa tingkat akhir yang seharusnya sudah wisuda tahun kemaren.

"Almarhumah jurusan Produksi Garmen. Sudah tingkat akhir. Harusnya lulus tahun kemarin, tapi karena ada mata kuliah yang tertinggal, jadi tahun ini lulusnya," ucap Ikhsan saat ditemui di kampus STTT Bandung, Jalan Jakarta, Kota Bandung dikutip dari detik, Jumat (31/8/2018).

Ikhsan menuturkan mahasiswi asal Kota banjar tersebutsaat ini tengah menyusun tugas akhir. Mahasiswi yang mengambil Diploma 4 itu akan menghadapi sidang kelulusan setelah tugas akhirnya selesai.

"Yang berangkutan sudah masuk tugas akhir sambil kuliah. Semester ini harusnya selesai," katanya.

Namun, Nyawa Shanda tak tertolong, setelah melewati masa kritis, Ia menghembuskan nafas terakhir pada dini hari sekitar pukul 00.00 WIB di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Borromeus.

Civitas akademika STTT Bandung berduka atas meninggalnya Shanda. "Tentu kami pihak kampus turut berduka cita yang mendalam. Almarhumah di kampus dikenal aktif. Rencananya besok kami akan ke Banjar menjenguk sekalian ketemu orang tuanya," ucap Giarto selaku Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama STTT Bandung.

Atas kejadian ini, pihaknya berpesan kepada instansi-instansi terkait untuk lebih meningkatkan keamanan di Kota Bandung. Sehingga, kasus serupa tak kembali terulang.

"Kami mengharapkan ke Pemkot Bandung supaya keamanan di Bandung itu lebih ditingkatkan malam hari. Pengendara motor kan banyak. Aktivitas mahasiswa juga tidak hanya pagi sampai sore. Bisa sampai malam bagi mereka yang sedang dikejar tugas. Kami harapkan dengan kejadian ini bisa meningkatkan keamanan," tutur Giarto.(detik)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari