Mulai 10 Agustus, Nitizen Indonesia Tak Bisa Lagi "Googling" Pornografi

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Mulai 10 Agustus, Nitizen Indonesia Tak Bisa Lagi "Googling" Pornografi

09 August 2018 21:19 | • Wartawan : redaksi • Editor : • Dibaca : 260 kali

INDOSIANA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akhir minggu lalu mengumumkan rencana penyaringan pornografi dengan fitur safesearch di mesin pencari Google.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatia Kemenkominfo Samuel A. Pangerapan mengatakan kebijakan filtering pornografi tersebut akan berlaku aktif pekan ini, tepatnya Jumat, tanggal 10 Agustus besok.

Fitur Safesearch di mesin pencari Google yang diakses dari Indonesia akan diaktifkan secara permanen. Artinya, mulai besok netizen Tanah Air tidak akan bisa mengakses konten porno lagi.

"Dengan metode ini gambar porno tak akan muncul di bagian image, meski diminta dengan kata kunci," ujar Semuel dilansir dari KompasTekno, Kamis (9/8/2018).

Fitur Safesearch yang bersifat permanen ini tidak bisa dimatikan oleh pengguna selain Google. Pihak pemerintah juga akan menggandeng penyedia search engine lain, seperti Bing dari Microsoft untuk menerapkan mekanisme serupa.

"Kami sedang kembangkan metodenya. Nanti semua search engine akan diperlakukan sama," kata Semuel.

Semuel menjelaskan pihak Kemenkominfo sebelumnya sudah memblokir banyak situs bermuatan pornografi. Namun, cara tersebut rupanya masih kurang efektif membendung konten gambar porno yang bisa dengan mudah dicari lewat image search. Cukup dengan memasukkan kata kunci berbau pornografi di image search, imbuh Semuel, maka aneka gambar porno terkait pun segera disodorkan ke depan mata pengguna.

"Itulah yang ingin kami berantas. Banyak ibu-ibu melaporkan anaknya searching kata-kata jorok (porno), makanya kami pakai metode SafeSearch yang sudah kami riset selama setahun sebelumnya," papar Semuel.

SafeSearch adalah fitur di mesin pencari Google yang perannya memang untuk menyaring konten yang dinilai negatif seperti pornografi.

"SafeSearch tidak 100 persen akurat, tapi bisa membantu Anda menyaring konten tak pantas. Ketika aktif, SafeSearch akan memblokir gambar, video, dan situs bermuatan negatif dari hasil search Google," tulis Google dalam laman penjelasan tentang fitur dimaksud.

Menurut Semuel, penerapan filtering berbasis SafeSearch diserahkan ke para penyedia jasa akses internet (ISP). Beredar dugaan bahwa filtering SafeSearch di Google ini berimbas pula pada YouTube.

Sebagian pengguna YouTube di Indonesia melaporkan layanan berbagi video itu mendadak berubah status menjadi Restricted Mode sehingga membatasi video yang bisa ditonton. 

"Seharusnya search engine saja. YouTube seharusnya tidak terimbas karena bukan itu tujuannya...Caranya sudah kami beritahukan. Kalau mereka (ISP) ikuti seharusnya YouTube tidak ikut terkena," pungkas Semuel.(kompas)


KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari