Dibangun 4 Tahun Dengan Dana Rp 1,8 Miliar, Kantor Desa Ini Mirip Istana Negara

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Dibangun 4 Tahun Dengan Dana Rp 1,8 Miliar, Kantor Desa Ini Mirip Istana Negara

20 July 2018 10:50 | • Wartawan : redaksi • Editor : • Dibaca : 233 kali

INDOSIANA - Kantor Desa Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur ini dibangun mirip sekali dengan istana negara. Meski berlokasi di sekitar persawahan, namun bangunan ini terbilang cukup megah.

Karena kemegahannya, kantor desa ini tidak pernah sepi setiap harinya. Karena selalu di datangi pengunjung dari warga luar desa setempat. Mereka penasaran dengan kantor desa yang mendadak viral di medsos tersebut.

“Viral di Medsos, saya saja orang Jember baru tahu kalau kantor desa ini mirip dengan istana negara. Makanya ke sini, dan ternyata sungguhan mirip sekali,” kata Ahmad dikutip dari kompas.

Warga yang berdatangan tidak lupa mengabadikan foto di depan kantor desa itu.

“Ternyata mirip sekali dengan istana negara. Jadi enggak usah jauh- jauh datang ke Jakarta, kalau hanya ingin foto di depan istana negara, sebab di sini ada,” kata Erwin, pengunjung lainnya.

Kepala Desa Kemuningsari Kidul, Sujarwo Adiyono mengatakan pembangunan kantor desa yang mirip dengan rumah dinas Presiden RI ini membutuhkan waktu sekitar empat tahun.

“Kantor ini mulai dibangun sejak tahun 2014, dan baru diresmikan tanggal 7 Juli lalu. Jadi, pembangunannya dilakukan secara bertahap, karena anggaran yang kita miliki terbatas jumlahnya,” kata Sujarwo.

Pembangunan yang berjalan selama empat tahun ini menghabiskan dana yang tidak sedikit, yakni sekitar Rp 1,8 miliar.

“Dana itu bersumber dari sisa belanja alokasi dana desa, dari pendapatan desa, bagi hasil pajak, dan swadaya masyarakat,” terang Sujarwo.

Menurut Sujarwo, bangunan kantor desa tersebut sebenarnya baru rampung 75 persen. Sebab di sisi kanan dan kiri bangunan akan dibuat seperti gerbang, sehingga mobil bisa memutar.

“Selain itu, kita akan bangun tempat bermain anak- anak di sekitar kantor desa, sebab kita punya areal lahan cukup luas yakni 4 hektar,” katanya. Inspirasi bangunan mirip istana negara itu muncul saat Sujarwo menonton televisi dan melihat bangunan istana negara yang cukup megah. “Akhirnya muncul inspirasi untuk membangun kantor desa mirip dengan istana negara,” tambahnya.

Sujarwo berharap, ke depan dengan selesainya bangunan dan wahana bermain serta warung di sekitar kantor desa, akan memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat sekitar.

“Nanti kan warga bisa berjualan di sekitar kantor desa, sehingga warga bisa mendapat tambahan penghasilan dengan memanfaatkan banyaknya pengunjung yang datang,” tutupnya.(kompas)


KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari