Kapolri: Bom Bangil Untuk Serang TPS Pilkada

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Kapolri: Bom Bangil Untuk Serang TPS Pilkada

06 July 2018 14:55 | • Wartawan : redaksi • Editor : • Dibaca : 67 kali
INDOSIANA - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengungkapkan bom yang meledak di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, semula hendak digunakan untuk aksi serangan teror pada saat Pilkada 2018.

"Bom ini tadinya, rencananya digunakan untuk menyerang TPS-TPS pada saat Pilkada," kata Tito di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang, Banten, Jumat (5/7/2018).

Namun, karena Polri gencar memburu dan menangkap 138 orang terduga teroris pasca-bom Srurabaya, si pelaku merasa ragu dan akhirnya membatalkan serangan.

"Pengejaran-pengejaran membuat kelompok-kelompok ini menjadi ragu-ragu untuk melakukan serangan, enggak jadi," terang dia.

Tidak jadi digunakan untuk aksi teror, bom tersebut meledak sendiri karena dijadikan mainan oleh anak terduga pemilik bom.

"Meledaknya bom ini karena sedang dimain-mainkan oleh anaknya. Anaknya masih kecil, balita," kata Tito.

Jadi menurut Tito, meledaknya bom tersebut bukanlah serangan teror. "Serangan teror bom dibawa menuju target, ini enggak, bom lagi di rumah sendiri, dimainin anak meledak. Dipikir bola atau apa, meledak anak jadi korban," ujar dia.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera sebelumnya menegaskan ledakan yang terjadi di sebuah rumah kontrakan di Jalan Pepaya RT 007/RW 001 Pogar Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (5/7/2018), berasal dari bom. Akibatnya, seorang anak berusia 6 tahun yang diduga anak dari pemilik bom itu terluka dirawat di rumah sakit.(kompas)


KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari