Hamil Anggur ? Ini Dia Gejalanya

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Hamil Anggur ? Ini Dia Gejalanya

06 July 2018 09:52 | • Wartawan : redaksi • Editor : Elvi Darmawarni • Dibaca : 18 kali
INDOSIANA - Hamil Anggur. Kedengarannya sangat bagus untuk sebuah nama kehamilan tapi tidak untuk kondisinya. Karena seorang ibu yang telah didiagnosis hamil anggur, maka itu pertanda tidak baik.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Dr Yun Wahyuni menyebutkan hamil anggur merupakan hamil yang tidak normal. Saat hamil jenis ini terjadi, yang terdapat di dalam rahim bukanlah janin seperti biasa dilihat saat USG kehamilan.

"Isinya adalah gelembung darah," ujar dr Yuni.

Menurut dr Yuni, penyebab hamil anggur akibat pertumbuhan plasenta yang abnormal. Karena itu, harus dipantau ketat.

"Ini bisa berkembang jadi keganasan," kata dokter yang sehari-hari praktik di RS Sentra Medika Cisalak ini.

Dilansir dari HaiBunda, ada dua jenis kehamilan anggur yakni parsial dan komplet. Dalam kehamilan anggur komplet, jaringan plasenta abnormal dan bengkak, serta membentuk kista berisi cairan. Selain itu tidak ada pembentukan jaringan janin.

Pada kehamilan anggur parsial, mungkin ada jaringan plasenta normal namun diiringi pembentukan jaringan plasenta yang abnormal. Mungkin juga ada pembentukan janin, tetapi janin tidak mampu bertahan hidup, dan biasanya ibu hamil keguguran di awal kehamilan.

Hamil anggur umumnya terjadi pada perempuan yang berumur lebih dari usia 35 tahun atau lebih muda dari usia 20 tahun.

Gejala-gejala hamil anggur antara lain:

1. Pendarahan pada vagina dalam 3 bulan pertama kehamilan.
2. Terlihat gelembung-gelembung cairan seperti kumpulan buah anggur.
3. Mual dan muntah yang lebih parah daripada kehamilan normal.
4. Banyak tekanan atau rasa sakit di panggul.

Penderita hamil anggur ini biasanya dapat diketahui dengan pemeriksaan human chorionic gonadotropin (HCG) ataupun USG. Perempuan yang mengalami hamil anggur kadar HCG-nya meningkat dan lebih tinggi dari biasanya.

Jika seorang ibu diketahui mengalami hamil anggur, biasanya disarankan untuk dikuret. Setelah itu, jika berencana untuk hamil, ada baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter.

Dokter umumnya merekomendasikan untuk menunggu selama enam bulan hingga satu tahun sebelum mencoba untuk hamil lagi. Risiko kekambuhan hamil anggur sebenarnya rendah, tetapi lebih tinggi daripada risiko perempuan yang sebelumnya tidak memiliki riwayat hamil anggur.
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari