Dolar AS Siang Ini Tembus Rp 14.450

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Dolar AS Siang Ini Tembus Rp 14.450

03 July 2018 14:47 | • Wartawan : redaksi • Editor : • Dibaca : 109 kali
INDOSIANA - Sejak pembukaan perdagangan  pagi tadi, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah terus meningkat. Siang ini, dolar tembus di angka Rp 14.450, lebih tinggi dari tadi pagi di yang masih di level 14.428.

Dikutip dari detikcom, Selasa (3/7/2018), dalam satu jam terakhir nilai tukar dolar AS terhadap rupiah terus merangkak naik, di mana rupiah bergerak dari level Rp 14.385 hingga Rp 14.450 sepanjang hari ini.

Sementara mata uang Rusia dan Australia juga ikut terdepresiasi oleh dolar AS, mata uang negara lain tampak menunjukkan penguatan. Mata uang yang berhasil melawan dolar AS di antaranya euro, Swiss franc, Canadian dollar, British pound, China yuan renminbi, dan Hong Kong dolar.

Sebelumnya Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan, kembali menguatnya dolar AS tersebut disebabkan oleh berbagai faktor.

"Kalau rupiah kan dia tergantung gerak dari supply dan demand. Global volatility membuat beberapa di internasional itu pergerakan dari portofolio internasional di pasar uang," katanya.

Dia menambahkan saat ini suku bunga acuan AS juga masih tinggi yakni 2 %. Hal itu membuat pelaku pasar lebih memilih menaruh uangnya di sana. Terlebih kata dia, bank sentral AS atau The Fed bakal kembali menaikkan suku bunga acuannya.

"Dari emerging market masuk ke Amerika (Serikat), sehingga uang keluar dari emerging market lalu dia masuk ke Amerika karena suku bunga Amerika relatif lebih tinggi dan diperkirakan masih akan naik," ungkapnya.

Sementara Pengamat Ekonomi Fuad Bawazier meminta kepada pemerintah untuk tidak terus menyalahkan kondisi global ketika nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS. Inti melemahnya rupiah adalah suplai dolar atau pemasukan dolar ke ekonomi Indonesia lebih kecil dari permintaan atau kebutuhan akan dolar, maka rupiah melemah.

Artinya, ini terjadi karena defisit transaksi berjalan Indonesia tahun ini diperkirakan US$ 25 miliar.

"Defisit atau ketekoran inilah sumber utama melemahnya rupiah terhadap dolar. Jadi jangan bingung atau terus menerus menyalahkan ekonomi global dan sebagainya," kata Fuad.(detik)


KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari