Wanita Cantik Ini Alergi Mandi Usai Melahirkan

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Wanita Cantik Ini Alergi Mandi Usai Melahirkan

08 June 2018 15:23 | • Wartawan : redaksi • Editor : Elvi Darmawarni • Dibaca : 38 kali
Indosiana.com - Cherelle Farrugia, seorang ibu muda berusia 25 tahun, mengalami penyakit langka usai melahirkan putrinya, Willow, pada Januari 2018 lalu.

"Pada awalnya saya berpikir mengalami alergi terhadap produk yang saya gunakan. Alhasil saya mengubah semua produk yang digunakan. Namun, pada kenyataannya gejala yang saya alami masih bereaksi,'' ungkap wanita berparas cantik tersebut, sebagaimana dilansir Daily Mail, Selasa (5/6/2018).

Ia mengaku awalnya suhu air menjadi penyebab alerginya. Alhasil Farrugia pun mencoba berbagai macam air untuk menghilangkan alergi pada kulitnya.

"Saya kemudian berasumsi penyakit yang saya derita berasal dari suhu air. Namun, setelah saya mencoba air bersuhu dingin,panas dan hangat, penyakit tersebut kembali muncul. Akhirnya saya mencoba berenang di kolam, mandi dengan air kemasan dan air yang telah disaring. Tapi tubuh saya kembali bereaksi lagi,'' tambahnya.

Setelah menjalani pemeriksaan, Farrugia didiagnosa mengalami penyakit Aquagenic Uticaria. Ini merupakan kondisi langka dengan hanya 35 kasus yang dilaporkan dari seluruh dunia.

Sebagaimana diketahui, aquagenic urticaria adalah kondisi langka di mana urtikaria (gatal-gatal) berkembang pesat setelah kulit bersentuhan dengan air terlepas dari suhunya. Penyakit ini paling sering dialami wanita pada saat awal pubertas.

Selain nyeri dan perih, beberapa pasien melaporkan bahwa mengalami gatal yang luar biasa. Hingga saat ini penyebab utama aquagenic masih tidak diketahui.

Karena kelangkaan penyakit ini, maka data yang dimiliki oleh tim kedokteran sangat terbatas. Meski demikian beberapa obat-obatan dan perawatan telah digunakan untuk menyembuhkan penyakit ini.

Beberapa pengobatan yang bisa dilakukan adalah pemberian antihistamin H1, perawatan sinar ultraviolet B (UVB), dan krim yang berfungsi sebagai penghalang antara air, kulit dan lain-lain
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari