Kontroversi 'Umrah Politik' Prabowo-Amien

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Kontroversi 'Umrah Politik' Prabowo-Amien

02 June 2018 10:40 | • Wartawan : redaksi • Editor : Elvi Darmawarni • Dibaca : 24 kali
Indosiana.com - Dua elite PKS akan pergi umrah bersama-sama. PAN menyebut tak menutup kemungkinan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab juga akan bergabung dengan umrah tersebut.

"Kemungkinan besar Habieb Rizieq juga akan bergabung. Apalagi pada saat yang sama, ada beberapa ustadz 212 yang juga umrah. Jika mereka jadi bertemu, selain diskusi tentang umat tentu tidak terhindarkan akan ada obrolan politik," kata Wakil Ketua Dewan Pembina PAN Drajad Wibowo kepada wartawan, Jumat (1/6).

Dihubungi terpisah, Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif menyebut tidak menutup kemungkinan para tokoh tersebut akan bertemu dengan imam besar FPI Habib Rizieq Syihab di sela umrah. Namun, Slamet belum menjawab apakah pertemuan itu nanti membahas Pilpres

"Insyaallah," kata Slamet menjawab pertanyaan kemungkinan Rizieq Syihab akan bertemu Prabowo dan Amien saat umrah.

Hanura mengkritik manuver itu sebagai umrah 'plus-plus' karena membahas politik. Inas menduga pertemuan itu akan digunakan sebagai ajang membahas Pilpres 2019.

"Seperti yang kemarin saya sampaikan bahwa ada tren baru yang namanya umrah 'plus-plus', yakni plus bisnis atau plus politik. Tapi yang pasti umrahnya bukan karena Allah SWT, tapi karena jabatan politik. Itu sudah saya sebutkan 'jabatan politik' tentunya yang dikejar pilpres," kata Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir lewat pesan singkat.

Hal senada juga disampaikan PPP. Wasekjen PPP Ahmad Baidowi menyebut tidak ada yang spesial dengan pertemuan para tokoh tersebut. Hanya saja dia menyayangkan pertemuan membahas politik itu dilakukan di sela ibadah umrah.

"Sebenarnya kalaupun mereka bertemu ya biasa saja hanyalah gimik politik belaka. Cuma memang tak bisa menghalangi pendapat publik jika kemudian ada yang beranggapan umrah politik," ucap Baidowi.

Meski begitu, rencana pertemuan para tokoh itu disambut baik oleh Golkar. Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily pun memanjatkan doa untuk para tokoh tersebut.

"Semoga kalau tokoh-tokoh seperti Pak Amien, Pak Prabowo, Habib Rizieq dan tokoh lainnya sudah berumrah, semoga lebih religius dan Indonesia lebih adem serta damai. Apalagi menjelang Pilpres dan Pileg 2019 seharusnya suasananya lebih kondusif," ujar Ace.
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)