Letusan Merapi 21 Mei 2018 Mengandung Material Baru

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Letusan Merapi 21 Mei 2018 Mengandung Material Baru

25 May 2018 14:32 | • Wartawan : redaksi • Editor : • Dibaca : 35 kali
Indosiana.com - 21 Mei Material letusan merupakan material baru yang berasal dari dalam Gunung Merapi. Hal ini diketahui setelah Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melakukan analisis laboratorium terhadap sample abu yang diambil dari sekitar Tlogo Putri Kaliurang, Sleman. "Kita sudah mengambil sample abu dari letusan 21 Mei.

Sample abu diambil di kawasan Tlogo Putri Kaliurang," ujar Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, Jumat (25/5/2018). Hanik menuturkan, dari hasil analisis laboratorium, produk letusan 21 Mei 2018 kemarin berbeda dengan letusan 11 Mei 2018.

"Sample produk letusan 21 Mei tersusun atas komponen magmatik dan bersifat lebih asam dari pada material letusan 11 Mei 2018," tegasnya. Ia mengungkapkan, hal ini mengindikasikan material produk 21 Mei 2018 adalah material-material baru yang berasal dari dalam Gunung Merapi.

Material 21 Mei 2018 bukan material lama yang berada di kawah/permukaan. "Mengindikasikan material-material baru yang berasal dari dalam Gunung Merapi," tuturnya.

"Kesimpulan kami, peran unsur magmatik pada letusan 21 Mei jauh lebih dominan dari pada letusan tanggal 11 Mei 2018," lanjutnya. Dari hasil analisis ini, letusan 21 Mei 2018 merupakan awal menuju proses magmatik.

Hanik menegaskan, sampai saat ini masih proses menuju magmatis. Sebab, belum terlihat dari parameter-parameter yang ada. "(Sampai saat ini) masih menuju, karena belum kelihatan dari parameter-parameter, kalau magmatis benar itu kan inflasinya sudah ada," tuturnya.
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari