Menkum HAM: Mengutuk terorisme tidaklah perlu dengan cara ekstrem

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Menkum HAM: Mengutuk terorisme tidaklah perlu dengan cara ekstrem

18 May 2018 09:36 | • Wartawan : redaksi • Editor : Elvi Darmawarni • Dibaca : 28 kali
Indosiana.com - Mantan Menkum HAM Amir Syamsuddin berharap seluruh masyarakat tetap waspada. Namun, tidak berlebihan dalam menyikapi persoalan maraknya aksi terorisme yang ada saat ini.

"Walaupun kita benci dan mengutuk terorisme tidaklah perlu dengan cara ekstrem, mengekspos kemarahan dan kebencian kita, hanya akan berpotensi semakin mengeruhkan suasana yang seharusnya teduh di Ramadhan suci ini," jelas Amir kepada awak media, Rabu (16/5).

Politisi Demokrat itu juga berharap, masyarakat dapat mendukung upaya penanggulangan terorisme yang saat ini sedang dilakukan oleh Polri.

"Seraya senantiasa berikhtiar dan berdoa, semoga Banten dan khususnya Serang dijauhkan dari musibah teroris ini," jelas Amir.

Amir berharap, masyarakat dapat waspada dan memperhatikan lingkungannya masing-masing. "Namun tetap tidak dengan cara-cara yg ekstrem dan overacting, hindari main hakim sendiri," tegasnya.

Terkait revisi UU Terorisme yang saat ini sedang didesak agar dapat segera disahkan, Mantan Menteri Hukum dan HAM 2011-2014 ini mengatakan, hal tersebut memang diperlukan namun harus tetap melalui proses yang wajar.

"Sebagaimana proses kelahiran undang-undang pada umumnya, yang wajib memenuhi asas manfaat, keadilan dan kepastian hukum". ujarnya.
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari