Libatkan Istri-Anak, MUI: Mereka Salah Tafsir Alquran

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Libatkan Istri-Anak, MUI: Mereka Salah Tafsir Alquran

15 May 2018 16:36 | • Wartawan : redaksi • Editor : • Dibaca : 38 kali
Jakarta - Pengurus MUI Pusat Abdul Moqsith Ghazali, menyebutkan Islam tak mengajarkan untuk melakukan bom bunuh diri.

"Dalam Islam tak bolehkan bom bunuh diri kecuali musuh yang membunuh kita. Karena manusia juga tak punya otoritas atas dirinya," ujar Abdul Moqsith saat acara diskusi 'Setelah Mako Brimob dan Bom Surabaya' di Aula Rumah Pergerakan Gusdur, Jl Taman Amir Hamzah No 8, Pegangsaan, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Abdul Moqsith juga menilai para pelaku teroris di Surabaya salah menafsirkan Alquran karena melibatkan anak dan perempuan. Dalam sejarah Islam, Abdul mengatakan Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengajak anak dan perempuan untuk perang.

"Perempuan dilibatkan perang tidak syari, kalau memang mereka menyebutnya perang ya. Tidak ada istri sahabat Nabi (Muhammad SAW) dilibatkan perang. Tidak punya argumentasi dalam Alquran, mereka juga salah melibatkan anak dalam peperangan. Ada seorang sahabat Usama bin Sahid saat meletus perang uhud minta ikut tapi tidak boleh karena masih anak-anak," tutur dia.

"Para pelaku di kasus bom Surabaya salah menafsirkan Alquran karena melibatkan anak dan perempuan dan itu bertentangan syariat Islam karena melibatkan anak dan perempuan. Mereka keliru mempelajari sejarah, perang Nabi adalah pertahanan bukan menyerang," imbuh dia

Dikesempatan yang sama, Direktur Wahid Foundation Yenny Zannuba Wahid mengatakan kasus Surabaya yang melibatkan perempuan bukan fenomena baru. Sebab teroris Noordin M Top mengajak istrinya untuk melakukan serangan aksi teror.

"Melibatkan perempuan ini, sudah lama seperti Istri Noordin M Top. Perempuan merekut orang lain jadi pengantin atau jaringan," tutur Yenny.
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari