Pemilu Malaysia, para politisi mengaku ponsel mereka diretas

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Pemilu Malaysia, para politisi mengaku ponsel mereka diretas

10 May 2018 10:36 | • Wartawan : redaksi • Editor : Elvi Darmawarni • Dibaca : 15 kali
Indosiana.com - Para politisi Malaysia hari ini mengaku ponsel mereka diretas dan diganggu oleh sambungan telepon diduga berasal dari Amerika Serikat bertepatan dengan hari pemungutan suara pemilu Malaysia.

"Para pemimpin Barisan Nasional (koalisi pendukung pemerintah) mengalami serangan teknis sejak pagi," ujar Direktur Komunikasi Strategis BN Rahman Dahlan, seperti dilansir laman the Straits Times, Rabu (9/5).

"Telepon dari luar negeri terus masuk hampir tiap detik. Gangguan ini membuat kami sulit berkomunikasi," kata kandidat anggota parlemen dari Sepanggar dalam kicauan di Twitter.

"Ponsel saya sepertinya diserang spam pagi ini. Aneh," kata Ketua Barisan Muda Khairy Jamaluddin dalam cuitan di Twitter pagi ini.

"Mohon maaf kepada rekan-rekan yang tidak bisa menghubungi saya. Silakan hubungi asisten pribadi saya Tuan Beh untuk keperluan mendesak," kata dia dalam laman Facebook disertai tangkapan gambar memperlihatkan ponselnya.

Perdana Menteri Najib Razak mengecam serangan spam yang dialami para petinggi BN dan mengatakan banyak situs koalisi juga tidak bisa diakses.

"Saya sudah perintahkan segera tindakan yang harus dilakukan," kata dia dalam akun Twitternya.

Kelompok pembela hak asasi Suaram mengatakan serangan spam terhadap ponsel para politisi yang juga dialami para pemimpin LSM adalah bentuk upaya menghalangi tugas para pembela hak asasi dan para politisi di saat hari pemungutan suara.

Sebelumnya Sekretaris Jenderal DAP, partai oposisi, Lim Guan Eng, mengatakan dia dan para pemimpin partai oposisi lainnya menerima telepon dari nomor tidak dikenal dan tampaknya seperti mesin otomatis dari luar negeri.

Dia mengatakan 'perang siber' terhadap ponsel mereka ini adalah tindakan untuk mencegah para pemimpin partai berkomunikasi.

"Ini cara-cara kotor buat menyerang kami dan kami tidak bisa apa-apa. Kami tidak bisa berkomunikasi. Mereka ingin menyabotase sistem pemilu untuk mencegah kemenangan PH (Pakatan Harapan, koalisi oposisi)," kata dia.
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari