Rupiah Melemah, Harga Barang Naik

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Rupiah Melemah, Harga Barang Naik

08 May 2018 15:58 | • Wartawan : redaksi • Editor : Elvi Darmawarni • Dibaca : 20 kali
INDOSIANA - Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami pelemahan mencapai Rp. 14.019 per USD.

Pengamat Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi jika tidak segera di antisipasi.

Salah satu dampak yang akan dirasakan adalah impor yang semakin tinggi. Apalagi yang menggunakan kapal asing dengan biaya pengiriman uang dolar.

"Depresiasi Rupiah akan langsung terasa ke biaya impor yang meningkat cukup tinggi. Untuk impor baik bahan baku, barang modal dan barang konsumsi sebagian besar gunakan kapal asing yang membutuhkan dolar jadi logistic cost pasti makin membebani industri domestik," ujarnya saat ditemui di Wisma Nusantara, Jakarta, Selasa (8/5/2018) dikutip dari okezone.

Tentunya hal tersebut berhubungan ke daya beli masyarakat. Karena semakin banyak, cost yang dikeluarkan, maka kemungkinan dinaikannya harga juga akan semakin tinggi.

"Sementara daya beli sedang lesu, jadi penjual tidak akan sembarangan naikan harga barang. Kondisi ini menggerus pendapatan pelaku usaha," ucapnya.

kenaikan harga yang bertepatan dengan momen jelang puasa ini nantinya juga bisa memicu inflasi. Karena momen jelang puasa tersebut rawan akan kenaikan harga.

Salah contohnya adalah harga kebutuhan pokok komoditas bawang putih yang diprediksi akan naik drastis. Pasalnya hampir 85% pasokan bawang putih berasal dari impor.

"Harga jual barang kebutuhan pokok otomatis juga akan naik. Saya ambil contoh bawang putih yang 85% lebih pasokannya impor. Mendekati Lebaran permintaan secara musiman tinggi. Ini yang harus di perhatikan pemerintah karena inflasi langsung pukul daya beli masyarakat miskin," jelasnya.

Kenaikan juga akan terjadi pada harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. Hal inidikarenakan Indonesia merupakan negara net impor minyak.

"Dampak lain sebagai negara net importir minyak. Pelemahan Rupiah akan naikan biaya impor minyak. Tahun 2017 lalu neraca migas kita defisit USD8,5 miliar karena impor minyak bengkak hingga USD24,3 miliar," jelasnya

Tentunya hal tersebut sangat tidak baik bagi kelangsungan distribusi barang di dalam negeri. Karena hampir semua kendaraan menggunakan BBM nonsubsidi.(detik)

KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari