Gunung Marapi Masuki Level Wasada

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Gunung Marapi Masuki Level Wasada

04 May 2018 10:19 | • Wartawan : redaksi • Editor : Elvi Darmawarni • Dibaca : 19 kali

INDOSIANA - Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) ditetapkan di level siaga. Sebanyak 569.900 lembar masker di serahkan Pemerintah setempat kepada warga di sekitar Gunung Marapi untuk melindugi dari abu vulkanis.

Kepala Dinas Kesehatan Agam, Indra yang didampingi Kasi Survaile Imunisasi dan Bencana Dina Kesehatan setemapt mengatakan jumlah masker yang disediakan lebih banyak dari jumlah warga.

"Jumlah masker yang disediakan lebih banyak dari jumlah penduduk di daerah itu sebanyak 480.722 jiwa," kata Indra di Lubukbasung, Kamis, 3 Mei 2018, dilansir liputan6.

Jumlah yang ada belum termasuk persediaan masker di 23 unit Puskesmas dan yang berada di gudang Dinas Kesehata Setempat. Masker itu akan didistribusikan ke puskesmas bila persediaan di sana sudah habis dibagikan kepada warga.

Indra menyebutkan masker yang di bagikan kepada warga untuk melindungi warga dari asap dan debu vulkanik Gunung Marapi yang bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Partikel debu vulkanik yang terhirup akan mengakibatkan warga menderita infeksi berat dan korban akan mengalami batuk berdarah.

"Masker yang kita bagikan ini untuk menghindari warga mengidap penyakit tersebut," katanya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Agam, Yunaidi S di Lubukbasung, mengatakan jumlah warga yang tinggal di radius 5 kilometer dari Gunung Marapi sebanyak 1.765 jiwa.

"Ke-1.765 jiwa ini berasal dari 655 kepala keluarga," katanya.

1.756 jiwa ini berada di Nagari atau Desa Adat Batu Palano, Kecamatan Sungaipua sebanyak 750 jiwa atau 250 kepala keluarga.

Selain itu, Nagari Sungaipua, Kecamatan Sungaipua sebanyak 15 jiwa atau lima kepala keluarga dan Nagari Batagak Kecamatan Canduang sebanyak 1.000 jiwa atau 400 kepala keluarga.

"Mereka masih bertahan di rumah mereka karena arah angin ke Kabupaten Tanah Datar," katanya.

Saat ini, Kelompok Siaga Bencana (KSB), Satgas BPBD, anggota Dandim 0304 Agam, Polres Bukittinggi, PMI Agam dan lainnya siaga di Markas PMI di Batu Palano.

Siaga ini dilakukan semenjak erupsi gunung tersebut pada Jumat, 27 April 2018, pukul 18.00 WIB. Pada Rabu, 2 Mei 2018, pukul 07.03 WIB, gunung setinggi 2.891 mdpl itu kembali erupsi dengan intensitas abu tebal dan tinggi 4.000 meter di atas puncak kawah.

"Saat ini tingkat aktivitas gunung level 2 atau waspada," katanya. (liputan6)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari