Cuti Lebaran Kembali Dievaluasi

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Cuti Lebaran Kembali Dievaluasi

02 May 2018 15:07 | • Wartawan : redaksi • Editor : Elvi Darmawarni • Dibaca : 31 kali
INDOSIANA - Terkait dengan cuti bersama Hari raya Idul Fitri 2018, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil beberapa menteri kabinet kerja untuk melakukan rapat terbatas (ratas).

Dalam ratas akan dibahas terkait rencana pemerintah yang mengevaluasi cuti bersama yang sudah ditetapkan dalam surat keputusan bersama (SKB) 3 menteri pada 18 April 2018 lalu.

Turut hadir Menteri PAN-RB Asman Abnur, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakhiri, Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

SKB cuti bersama Lebaran sebelumnya ditandatangani oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur, Menteri Agama Lukman Hakim, dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri. Serta disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani.

Keputusan tersebut berisi penambahan cuti bersama 2 hari sebelum Lebaran, yaitu 1 dan 12 Juni 2018, serta 1 hari setelah Lebaran, yaitu pada 20 Juni 2018. Sehingga total cuti bersama adalah 7 hari, yaitu 11, 12, 13, 14, 18, 19, dan 20 Juni 2018.

Menteri PAN-RB Asman Abnur mengatakan pemeritah kembali melakukan evaluasi atas keputusan tersebut dikarenakan adanya masukan dari pelaku usaha.

"Ya kan banyak masukan-masukan, masukan-masukan itu harus ditanggapi. Ya dari kalangan industri, dari pengusaha segala macam, dari ekspor dan impor," katanya di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (30/4/2018) dilansir dari detikcom.

Dia menyebutkan atas masukan-masukan tersebut, pemerintah membuka peluang untuk mendiskusikannya dalam rakor tingkat menteri yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaaan (PMK) Puan Maharani.

Asman juga menambahkan, masukan dari para pelaku usaha tersebut tidak menunjukkan keberatan. Namun, dampaknya perlu dihitung secara seksama dari penambahan cuti bersama tersebut.

"Dibilang keberatan juga nggak, tapi inikan masukan harus hitung dampak ekonominya. Tadi baru diskusinya. Tadi juga dari Menhub (Budi Karya) memberikan masukan masalah kemacetan lalu lintas, menumpuknya kalau 1-2 hari orang pulang kan menumpuk, nah itu juga jadi diskusi," jelas Asman.(detik)

KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari