Gunung Merapi di Sumbar Meletus

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Gunung Merapi di Sumbar Meletus

02 May 2018 11:02 | • Wartawan : redaksi • Editor : • Dibaca : 106 kali

INDOSIANA - Gunung Merapi yang berada di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), kembali mengeluarkan erupsi pada Rabu (2/5/2018) pukul 07.03 WIB.

Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Merapi Sumbar di Bukittinggi, Sumbar, memperkirakan tinggi kolom erupsi Gunung Merapi mencapai 4.000 meter dari puncak kawah.

"Asap teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan angin bertiup lemah ke arah tenggara," kata Petugas Pos PGA Marapi Sumbar Hartanto di Bukittinggi, yang dikutip dari Liputan6, Selasa (2/5/2018).

Gempa yang terjadi berdurasi 485 detik dengan amplitudo 10 milimeter.

Gunung Merapi tersebut berstatus waspada (level II) yang sudah ditetapkan sejak Agustus 2011.

Masyarakat maupun wisatawan yang berada disekitar Gunung tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung yang berketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut tersebut.

"Hal itu mengingat kawah sebagai pusat letusan dan sumber keluarnya gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan bagi kehidupan," kata Hartanto.

Peringatan mendekati Gunung Merapi ini dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat sejak gunung mengalami erupsi pada Jum'at, 27 April 218, pukul 18.20 WIB.

Wahyu Bestari, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam menyebutkan peringatan tersebut telah disampaikan ke sejumlah camat yang berada di kaki gunung itu, yakni kecamatan Sungaipua, Canduang, dan Baso.

BPBD Agam juga telah mengerahkan anggota kelompok Siaga Bencana (KSB) di Kecamatan tersebut. Tidak hanya itu, anggota Satuan Tugas (Satgas) BPBD setempat dan anggota Pusdalops sebanyak 16 personel juga ikut dikerahkan.

"Anggota Satgas dan Pusdalops ini akan turun ke lokasi untuk mengevakuasi warga apabila gunung mengeluarkan abu vulkanis dengan cukup tebal," ucap Wahyu di Lubukbasung, Minggu (29/4/2018), dilansir Liputan6.

Mengenai jumlah warga yang tinggal di daerah rawan erupsi Gunung Merapi tersebut belum diketahui jumlah pastinya. Hal ini disebabkan sebagian warga tidak berada di kampung halaman mereka.

Untuk itu, BPBD Agam sedang menghimpun data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat mengenai jumlah warga yang tinggal di kaki Gunung Merapi tersebut.

"Berdasarkan data ini, kita bisa mengetahui berapa jiwa warga yang tinggal di daerah rawan erupsi gunung tersebut," katanya.(liputan6)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari