A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

Pemuda dimedan aniaya pacar ditangkap polisi

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Pemuda dimedan aniaya pacar ditangkap polisi

17 April 2018 11:06 | • Wartawan : redaksi • Editor : • Dibaca : 324 kali
Indosiana.com - EPRB (19), warga Jalan Budi Luhur, Medan, menghadapi persoalan hukum. Mahasiswa ini masuk bui setelah menganiaya pacarnya, YZ (19), warga Jalan Amal Luhur Gang Selamat, Medan.

Berdasarkan informasi dihimpun, Senin (16/4), EPRB menganiaya YZ di areal Universitas Sari Mutiara, Jalan Kapten Muslim, Medan, Selasa (10/4). Penganiayaan itu berawal Senin (9/4) malam, saat keduanya bertengkar. Saat itu EPRB mengambil HP milik YZ.

Keesokan harinya, sekitar pukul 11.00 Wib, EPRB datang ke kampus Universitas Sari Mutiara. Namun YZ tidak mau menemuinya.

"Korban tidak mau menjumpai pelaku karena dia takut, dosen masih berada di dalam kelas," kata Kanit Reskrim Polsek Helvetia Iptu M Rian kepada wartawan, Senin (16/4).

Setelah dosen keluar, EPRB langsung masuk ke dalam kelas dan menjumpai YZ. Dia langsung marah-marah dan membanting HP milik korban.

EPRB kemudian menampar YZ dan menumbuk dan mencakar wajahnya. Korban kemudian dibawa ke luar kelas lalu ditendang. Perempuan itu kesakitan dan menangis.

Selanjutnya, Jumat (13/4) sekitar pukul 08.30 Wib, EPRB juga bertemu dengan korban di depan gerbang kampus Universitas Sari Mutiara. Karena korban tidak mau dipanggil, dia emosi dan marah dan langsung menampar pipi korban.

Akibat penganiayaan yang sudah terjadi berkali-kali itu, korban mengaku trauma dan ketakutan. Dia pun mengadu ke polisi.

"Atas kejadian itu korban merasa keberatan dan melaporkan ke Polsek Helvetia. Berdasarkan laporan itu, pelaku telah melakukan penganiayaan dengan cara menampar pipi kiri satu kali, meninju lengan kiri berulang kali, menarik kerah baju korban, meninju payudara kanan satu kali, mencubit perut kanan satu, menendang kaki kanan dan kiri korban berulang kali," papar Rian.
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)