pria asal Suriah terlantar 37 hari di bandara Malaysia,karna ditolak beberapa negara

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

pria asal Suriah terlantar 37 hari di bandara Malaysia,karna ditolak beberapa negara

14 April 2018 09:29 | • Wartawan : redaksi • Editor : Elvi Darmawarni • Dibaca : 15 kali

Indosiana.com - Nasib seorang pria asal Suriah mengatakan bahwa dirinya terlantar di ruangan transit Bandara Malaysia selama lebih dari sebulan karena ditolak masuk ke beberapa negara. Melalui sebuah video yang diunggah ke Youtube, Hassan al-Kontar menceritakan yang terjadi kepadanya sekaligus meminta bantuan.

Kontar mengaku sudah tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur sejak 37 hari lalu. Dia berencana terbang ke Ekuador dari Malaysia. Namun dia tidak memiliki visa dan ditolak maspakai penerbangan Amerika Selatan meski telah membeli tiket.

Pria 36 tahun itu juga dilarang memasuki Kamboja dan tidak diizinkan masuk kembali ke Malaysia. Akhirnya, Kontar harus terjebak di terminal transit selama berminggu-minggu.

"Saya merasa kesepian, lemah, tidak diinginkan dan ditolak. Tidak ada yang mau menerima saya," katanya, seperti dikutip dari laman Straits Times, Jumat (13/4).

"Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya menghubungi hampir semua organisasi hak asasi manusia. Mereka mengatakan tidak dapat membantu. Mereka tidak punya solusi. Saya pun tidak punya solusi," tambahnya.

Dalam videonya, Kontar bercerita dirinya tidak bisa kembali ke Suriah karena sedang dicari oleh pihak berwenang. Sebabnya, dia menolak bergabung dan bertugas di militer.

Berdasarkan sejumlah laporan, Kontar merupakan pekerja di sebuah perusahaan Uni Emirat Arab. Dia dideportasi ke Malaysia pada Januari 2017. Visa-nya di Malaysia telah kedaluwarsa sehingga dia dimasukkan ke daftar hitam pemerintah Malaysia.

Dia memutuskan ke Kamboja namun dikirim kembali ke Bandara Kuala Lumpur pada 7 Maret lalu karena ditolak masuk.

Selama terjebak di terminal transit, dia mengandalkan belas kasihan dari petugas bandara untuk makanan sehari-hari. Dia juga membersihkan diri di toilet bandara.

Sementar itu, juru bicara Badan Pengungsi untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) mengatakan pihaknya telah menerima laporan kasus ini dan akan menjangkau yang bersangkutan sesegera mungkin.
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari