Gerindra nilai Prabowo telanjang dada spontan, Tidak pencitraan

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Gerindra nilai Prabowo telanjang dada spontan, Tidak pencitraan

14 April 2018 08:46 | • Wartawan : redaksi • Editor : • Dibaca : 39 kali
Indosiana.com - Wasekjen Gerindra Andre Rosiade membantah soal aksi Prabowo Subianto bertelanjang dada dan diarak usai acara rapat koordinasi nasional (rakornas) di Hambalang, Bogor, Rabu (13/4) lalu, untuk menyita perhatian publik.

"Tidak benar pak Prabowo cari perhatian publik dengan bertelanjang dada. Itu kan acara rakornas kemarin kan acara tertutup, dan video pak Prabowo diambil secara candid, bukan disengaja," ujar Andre saat dihubungi dikutip dari merdeka.com Jumat (13/4).

"Dan aksi pak Prabowo itu spontan bukan di setting dan di rencanakan, spontanitas pak Prabowo sebagai soliditas kader-kadernya yang mengangkat beliau kader-kadernya kan bertelanjang dada semua. Enggak direncanakan," imbuhnya.

Andre justru membandingkan perilaku Presiden Joko Widodo yang mengendarai motor chopper dan olahraga tinju. Dia menilai aksi dilakukan Jokowi bentuk pencitraan ke publik.

"Aksi pak Jokowi yang jadi petinju terus naik motor chopper yang memang di setting dan untuk mencari perhatian publik. Saran kami partai Gerindra kepada pemerintah, pak Jokowi gak perlu melakukan hal itu lagi karena beliau itu bukan calon Presiden tapi udah jadi Presiden," ujarnya.

Andre menyarankan sebaiknya Jokowi lebih tepat melakukan hal yang bermanfaat bagi masyarakat. Dia juga menyinggung soal maraknya tenaga kerja asing dan impor beras.

"Jadi lebih baik pak Jokowi cari perhatian rakyat dengan membuat kebijakan yang pro rakyat, bukan pencitraan semata seakan akan beliau merakyat tapi kebijakan ya tidak pro rakyat. Misal semakin marak tenaga kerja asing dari Tiongkok sampai impor beras sampai petani lagi panen," tukasnya.
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari