Sembilan mei Malaysia Gelar Pemilu

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Sembilan mei Malaysia Gelar Pemilu

10 April 2018 14:59 | • Wartawan : redaksi • Editor : • Dibaca : 39 kali

Indosiana.com - Selasa (10/4/2018),Komisi Pemilu Malaysia, memutuskan pemungutan suara akan digelar pada 9 Mei mendatang untuk menentukan pemimpin baru negeri itu. Dalam pemilu kali ini, PM Najib Razak yang tengah terjerat skandal suap menghadapi lawan kuat yakni politisi veteran yang juga mantan perdana menteri, Mahathir Mohamad. "Pemungutan suara digelar pada 9 Mei," kata ketua komisi pemilihan umum Mohamad Hashim Abdullah dalam sebuah jumpa pers. Pemungutan suara digelar para hari Rabu, sebuah langkah tak lazim karena biasanya pemilu Malaysia digelar pada akhir pekan.

Dan Komisi pemilu juga memutuskan waktu kampanye 11 hari sebelum warga Malaysia memberikan suara mereka ke TPS-TPS. Pengumuman ini disampaikan setelah pemerintah membubarkan parlemen pada akhir pekan lalu sekaligus membawa koalisi Barisan Nasional (BN) yang sudah berkuasa selama enam dekade menghadapi ujian terberatnya.

Dan Popularitas pemerintahan PM Najib Razak menurun drastis dalam beberapa tahun belakangan dan semakin diperburuk dengan skandal 1MDB bernilai miliaran dolar AS. Meski demikian PM Najib masih amat yakin bisa memenangkan pemilu karena kuatnya cengkeraman BN dalam politik kekuasaan di Malaysia.

Najib kini berada dalam tekanan para sekutunya di Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) untuk mencetak kemenangan signifikan setelah pemerintah kalah dalam pemilu untuk pertama kali pada 2013. Apalagi, dengan kembalinya Mahathir Mohamad (92) dari masa pensiunnya yang mendapat sokongan dari oposisi membuat perjuangan Najib untuk memenangkan pemilu jauh lebih berat.


KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari