Aan TKW Asal Indonesia Pelaku Tunggal Pembunuhan di Abu Dhabi

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Aan TKW Asal Indonesia Pelaku Tunggal Pembunuhan di Abu Dhabi

09 April 2018 16:02 | • Wartawan : redaksi • Editor : Elvi Darmawarni • Dibaca : 36 kali
Indosiana..com - TKW asal Karawang Aan Binti Andi Asip (40),  yang didakwa membunuh lima orang di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, ternyata merupakan pelaku tunggal. Namun hingga kini belum terungkap motif Aan yang tega menghabisi lima korbannya.

Menurut Kepala Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang Ahmad Suroto berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri Aan merupakan pelaku tunggal. Dan juga Soal pria asal Bangladesh yang ikut diamankan dan disebut kekasih Aan tidak terlibat langsung dalam pembunuhan itu.

Pada saat ini, belum jelas motif Aan melakukan tindakan keji tersebut. "Namun  Kita belum dapat informasi detail. Kabar yang kami terima masih minim, yang jelas Aan dinyatakan sebagai pelaku tunggal," ungkap Suroto saat dikutip dari detikcom  Senin (9/4/2018).

Menurut Ahmad, KBRI baru menerima surat keterangan dari jaksa penuntut umum pada 15 Februari 2018. Sementara Aan sudah ditetapkan sebagai tersangka pada 7 Desember 2017. Aan saat ini mendekam di penjara Al Wathba, Abu Dhabi.

Aan diketahui berangkat ke Abu Dhabi pada 13 September 2013 lalu. Ia tercatat sebagai TKW legal. Disponsori oleh Alek Amrullah, Aan diberangkatkan oleh PPTKIS Falah Rima Hudaity Bersaudara.

Selama satu tahun, Aan bekerja di rumah seorang warga Emirat. Pada 2014 ia pindah majikan. Setelah 2 tahun bekerja di majikan baru, keluarganya di Karawang hilang kontak.

"Sejak 2016, keluarga tak mendapat kabar. Saya kaget begitu dengar istri saya dinyatakan terlibat pembunuhan," ujar Tabroni (61), suami Aan saat ditemui detikcom di Kantor Disnakertrans Karawang, jalan Surotokunto, Karawang Timur, Senin (9/4/2018).
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari