PKS Ogah Dukung Jokowi di Pilpres 2019

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

PKS Ogah Dukung Jokowi di Pilpres 2019

09 April 2018 13:36 | • Wartawan : redaksi • Editor : • Dibaca : 85 kali
Indosian.com - Pada saat ini Partai Keadilan Sejahtera (PKS) punya alasan menolak masuk koalisi mendukung Joko Widodo atau Jokowi sebagai Presiden 2019 hingga lima tahun ke depan.

Presiden PKS Sohibul Iman, PKS diyakini susah dilirik oleh Jokowi untuk mencarikan pasangannya meskipun sudah miliki sembilan nama.

"Ini persoalannya hitung-hitungan rasional politik. Pak Jokowi didukung sembilan partai, ada sekian cawapres, nah kalau kami masuk di situ, boro-boro jadi capres, jadi cawapres pun enggak mungkin. Padahal amanat majelis syuro jadi capres atau cawapres. Ini bukan masalah like atau dislike, tapi hitungan rasional politik, gitu aja," kata Sohibul usai hadiri acara di Bukit Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (8/4).

"Sampai hari ini keputusan majelis syuro hanya calonkan yang sembilan itu (cawapres). Kemudian kami diminta mencari siapa mitranya," ujarnya.

Dalam hal itu, lanjutnya, PKS legowo apabila nanti hanya menjadi cawapres.

"Kalau mau berkoalisi dengan kami inilah calon dari kami. Kami tahu diri, kami tujuh persen, pak Prabowo 13 persen, udah pasti capresnya dari beliau kita cawapres," Sohibul memungkasi.
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari