Grab vs Go-Jek

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Grab vs Go-Jek

31 March 2018 11:23 | • Wartawan : redaksi • Editor : Elvi Darmawarni • Dibaca : 59 kali

INDOSIANA - Melalui akuisisi dan imbalan saham sebesar 27,5 persen, Grab berhasil menumbangkan Uber di Asia Tenggara. Kesuksesan ini tidak luput dari campur tangan pendiri Grab itu sendiri, Anthony Tan.

Meski harus membakar banyak uang dan menjadi modal Grab merekrut talenta papan atas, namun dengan dana yang melimpah membuat Grab bertahan. Grab telah mengumpulkan pendanaan sekitar USD 4 miliar dari investor yang dipimpin raksasa teknologi Jepang, Softbank. Sumber daya tersebut digunakan dengan baik oleh Tan yang memulai Grab sekitar 6 tahun lalu sebagai startup yang kecil di Malaysia.

Kepala perusahaan investasi GIC Pte yang berbasis di Singapura Jeremi Khanz mengatakan Anthony yang kini berusia 36 tahun itu merupakan pemimpin yang hebat.
 
"Anthony adalah pemimpin yang hebat, seseorang yang aku belajar banyak darinya," sebut Jeremy Kranz.

Berawal dari Malaysia, Grab kini berbasis di Singapura dan memiliki valuasi USD 6 miliar. Untuk memperkuat perusahaan, strategi Tan terutama adalah merekrut karyawan berkualitas.

"Di Asia Tenggara, salah satu hal tersulit adalah membangun talenta teknologi. Tapi kami bisa mengumpulkan orang dari Google, Facebook, Twitter, dan Microsoft. Dengan itu, kami bisa membuat produk yang hebat," kata Tan yang dikutip dari detikINET.

Namun Tan tak boleh berbangga dulu karena masih ada Go-Jek. Meski masih beroperassi di Indonesia, Go-Jek punya keunggulan lebih banyak layan dan uangnya pun melimpah. Bukan tidak mungkin Go-Jek berekspansi ke regional.

Belum lama ini Go-Jek telah mendapat sejumlah dana investasi dari nama-nama besar seperti Alphabet (induk Perusahaan Google), termasuk Holdings, KKR & Co, Warburg Pincus LLC, dan Meituan-Dianping.

Beberapa perusahaan tersebut secara bersama-sama menggelontorkan dana sebesar USD 1,2 miliar, atau kurang lebih setara dengan Rp 16 triliun sebagai investasi pada Go-Jek. Saat ini, valuasi Go-Jek diperkirakan sekitar USD 5 miliar.

Menarik sekali mencermati pertarungan ketat antara Grab dan Go-Jek.Apalagi Anthony Tan dan Nadiem Makarim pendiri Go-Jek, sama-sama lulusan Harvard Business School di Amerika Serikat.(detik)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari