Urine Jadi Pupuk Organik

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Urine Jadi Pupuk Organik

29 March 2018 14:05 | • Wartawan : redaksi • Editor : • Dibaca : 173 kali

INDOSIANA - Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMP Negeri 6 Kota Bogor, Jawa Barat menciptakan pupuk organik dari urine atau air seni manusia.

Adinda Aisyah Lesmana, siswi kelas 8 SMP Negeri 6 Kota Bogor yang juga merupakan anggota KIR mengatakan pupuk organik yang terbuat dari urine ini diberi nama 'Pourin' yang dicetuskan pembinanya, Rini.

Ia menjelaskan proses pembuatan Pourin ini cukup mudah dan sederhana. Air seni yang digunakan mayoritas dari pelajar laki-laki di sekolah tersebut yang dikumpulkan lalu diolah.

"Urin ditampung di wadah khusus kemudian dicampur sedikit air, cairan Efektive Microorganism 4 (EM4), dan sari kulit jeruk supaya tidak bau," kata Irvine, saat acara Gebyar Pendidikan SMP Kota Bogor, di Bogor Trade World (BTW), baru-baru ini.

Urine yang telah di campur bahan-bahan tersebut didiamkan selama dua minggu, setelah itu di kemas dalam botol plastik. Pourin ini diyakini mampu menyuburkan tanaman terutama yang memiliki buah.

"Sudah diuji. Kami coba di tanaman cabai, tadinya hanya menghasilkan dua mangkok, tapi setelah disiram Pourin jadi lima mangkok. Kandungan dan rasa cabainya tetep sama, pedes juga," ujarnya.

Adinda menambahkan, Inovasi kelompoknya ini pernah mendapat apresiasi dari mantan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto pada tahun 2006 silam. Tidak hanya itu, mereka juga pernah mengikuti lomba karya ilmiah di tingkat daerah dan tingkat nasional.

Pupuk organik tersebut dijual seharga Rp5 ribu per botol, tetapi belum dijual bebas ke masyarakat umum. Kelompoknya hanya menjual Pourin ke tamu yang datang ke sekolahnya.

"Setelah rapi dimasukan ke botol plastik, pupuk ini kami dijual Rp5 ribu per botolnya. Tapi kami belum pasarkan ke luar sekolah, baru ditawarkan ke setiap tamu yang datang ke sekolah saja," ungkapnya.(okezone)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari