Ribuan Kosmetik Disita BPOM

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Ribuan Kosmetik Disita BPOM

27 March 2018 15:16 | • Wartawan : redaksi • Editor : Elvi Darmawarni • Dibaca : 98 kali
INDOSIANA - Total ada 1.055 karton komestik dengan merek RDL Hydroquinone Tretinion Babyface senilai Rp. 5,4 miliar disita Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Diduga satu kontainer ini berasal dari Filiphina.

BPOM di Serang bersama kepolisian dan Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon dan Stasiun Karantina Cilegon menggagalkan pengiriman kosmetik ilegal ini di SPBU di Merak melalui Sumatera pada Minggu (25/3/2018) sekitar pukul 00.00 WIB.

Kepala BPOM Penny K. Lukito di kota Serang, Banten mengatakan produk yang diproduksi dari Filiphina ini ilegal.

"Ini ilegal dengan nilai Rp 5,4 miliar. Produk ini diproduksi dari Filipina, tapi kita telusuri kembali," kata Lukito Selasa (27/3/2018).

Atas penangkapan ini, ia mengatakan BPOM akan melakukan penelusuan lebih lanjut apakah barang ini diimpor atau memang diproduksi di Indonesia. Menurutnya, produk kosmetik ini rencananya akan didistribusikan ke seluruh daerah di Indonesia dan dikemas secara profesional.

"Akan kita telusuri dari mana bahan bakunya. Ke hilir juga distribusinya ke mana saja. Kita akan memberikan warning kepada siapa pun. Yang menggunakan klinik kecantikan atau retailer akan kita berikan peringatan," tegasnya.

Lukito juga menambahkan bahwa kandungan kosmetik ilegal ini terdiri dari hydroquinone dan tretinoin yang berbahaya jika tanpa resep dokter. Keduanya juga adalah bahan yang dilarang dalam kosmetik.

"Ini mengandung bahan kimia berbahaya. Substansinya dilarang di kosmetik. Obat (pun) harus resep dokter," tegasnya. (detik)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari