Gas Beracun dari Kawah Ijen

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Gas Beracun dari Kawah Ijen

24 March 2018 10:39 | • Wartawan : redaksi • Editor : • Dibaca : 94 kali
Indosiana.com - Kepala Resor Taman Wisata Alam Gunung Ijen Sigit Ariwibowo mengatakan, Kawah Ijen mengeluarkan gas beracun pada Rabu malam sekitar pukul 19.00 WIB. Namun belum diketahui berapa radius penyebaran gas tersebut.

Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur ditutup sejak 22 Maret 2018. Penutupan dilakukan akibat adanya letupan di kawah yang menyemburkan gas beracun ke area permukiman warga.

"Agar tidak kecolongan, saat ini, sejumlah petugas dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), KSDA (Konservasi Sumber Daya Alam) dan kepolisian disiagakan di lokasi," kata Kepala BPBD Banyuwangi Fajar Suasana dikutip dari liputa6 sabtu (24/3).

Sebelumnya, semburan gas beracun dari Kawah Ijen itu menyebabkan 30 warga di 3 dusun dirawat di puskesmas dan rumah sakit. Para korban menderita mual dan sesak nafas. Selain itu, 200 warga juga harus diungsikan.

Sementara itu, status Gunung Ijen masih normal pada level 1. Namun, memang ada peningkatan gempa vulkanik yang tidak signifikan sejak 18 Maret 2018.

Selengkapnya seputar gas beracun dari Kawah Ijen dapat dilihat dalam Infografis di bawah ini:

Kepala Bidang Pencegahan BPBD Bondowoso, Jawa Timur Winarto mengatakan, 24 warga korban keracunan gas Kawah Ijen dirawat di Puskesmas Kecamatan Ijen dan 4 korban di Puskesmas Kecamatan Tlogosari. Sedangkan 2 korban lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) dr Koesnadi Bondowoso karena kondisinya lemah.

"Namun pagi ini, kami mendapatkan informasi dari rekan di lapangan, kondisi 30 korban seluruhnya sudah mulai membaik," katanya.
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari