Tahanan korupsi Saudi alami penganiayaan

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Tahanan korupsi Saudi alami penganiayaan

13 March 2018 15:22 | • Wartawan : redaksi • Editor : • Dibaca : 45 kali

Bahkan dalam satu kasus terparah, seorang jenderal yang ditahan tewas dalam tahanan karena patah tulang leher sebagaimana dilaporkan oleh saksi.

"Mayor Jenderal Ali al-Qahtani yang pernah menjadi penasihat mendiang Raja Abdullah ditemukan meninggal dalam tahanan. Di tubuh jenazah, terdapat tanda-tanda penyiksaan," demikian pernyataan kerabat dan rekan tahanan, dikutip dari laman AFP, Senin (12/3).

Surat kabar New York Times melaporkan sebanyak 381 tersangka korupsi masih ditahan saat ini. Mereka adalah pangeran, menteri, dan pengusaha di Saudi. Di antara tahanan ada Pangeran Al-Waleed bin Talal yang merupakan miliarder terkemuka Saudi dan Pangeran Miteb bin Abdullah yang merupakan mantan Kepala Garda Nasional Saudi.

Mereka terjaring dalam operasi anti-korupsi besar-besaran yang dikerahkan oleh Putra Mahkota Muhammad bin Salman. Meski dilabeli sebagai pembersihan budaya korupsi, namun banyak kritikus yang menilai bahwa hal itu dilakukan untuk meraup keuntungan dari uang denda pembebasan.

Sebagaimana diketahui, Saudi kini tengah mengalami penurunan harga minyak. Pemerintah berusaha memulihkan perekonomian negara dengan cara membuat kesepakatan dengan para tahanan yang bersedia membayar denda untuk dibebaskan.

Diperkirakan, pemerintah telah menerima USD 107 dari tahanan dalam bentuk properti, aset, hingga uang tunai. Jumlah tersebut dinilai seperti rezeki nomplok bagi pemerintah
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari