Tak Akan Maju Kalau Indonesia Selalu Gaduh

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Tak Akan Maju Kalau Indonesia Selalu Gaduh

13 March 2018 14:18 | • Wartawan : redaksi • Editor : Elvi Darmawarni • Dibaca : 26 kali
Jakarta - Ketua MK Arief Hidayat mengaku tak mau ambil pusing tentang desakan mundur dari berbagai pihak."Oh kalau itu saya tidak berkomentar. Saya tidak mau gaduh," kata Arief di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Dia mengatakan, Mahkamah Konstitusi tengah mempersiapkan diri dalam menghadapi persoalan sengketa Pilkada, sehingga tidak pantas jika nantinya terjadi kegaduhan di internal sendiri.

"‎MK ini mau nangani pilkada. Nanti kalau saya komentar gaduh, enggak elok. Indonesia kalau selalu suudzon, gaduh, enggak bisa maju. Mari kita melangkah ke depan dengan sebaik-baiknya," ucap Ketua MK Arief Hidayat.

Dia pun menyerahkan persoalan kode etik yang dilanggarnya kepada Dewan Etik Mahkamah Konstitusi. Termasuk soal harus mundur atau tidaknya dia sebagai Ketua MK.

"Apakah saya harus mundur atau tidak, tanya dewan etik," tambah dia.

Sebelumnya, sesakan agar Ketua MK Arief Hidayat mundur terus bergulir setelah dewan etik menyatakannya terbukti melanggar etik. Desakan datang dari sejumlah profesor di seluruh Indonesia dan organisasi kemasyarakatan.

Mereka menilai Ketua MK Arief Hidayat perlu diingatkan. Terlebih, Arief sudah dua kali diputus bersalah melanggar etik oleh Dewan Etik Mahkamah Konstitusi (MK).
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)