Ini kata Dubes Arab Saudi, Soal Aturan bercadar di Kampus UIN Yogya

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Ini kata Dubes Arab Saudi, Soal Aturan bercadar di Kampus UIN Yogya

10 March 2018 10:30 | • Wartawan : redaksi • Editor : Andrico Putra • Dibaca : 83 kali

Indosiana.com - Kerajaan Arab Saudi menyatakan menghormati aturan penggunaan cadar yang ada di Indonesia terutama terkait adanya larangan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.Dan juga Dikatakan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Osama Mohammed Al-Shuibi, usai memberikan kuliah umum di Universitas Airlangga Surabaya, jika benar ada aturan itu tentu merupakan hak dan kebijakan internal dari Indonesia.

"Arab Saudi sangat menghormati dan tidak punya wewenang ikut campur terkait kebijakan tersebut," kata Osama. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (9/3), Bahkan menurutnya, jika aturan tersebut diterapkan Pemerintah Indonesia pada warga asing, tentu harus mengikuti aturan. Namun dia menekankan, Indonesia merupakan teladan yang baik dalam penerapan dan pengamalan ajaran Islam, Terkait pendidikan perempuan, Osama mengatakan pemerintah Arab Saudi sangat memperhatikan pendidikan untuk perempuan di negaranya.

"Perempuan sangat didorong untuk mengikuti proses belajar mengajar dan mereka sangat terlindungi untuk dapat menjaga Keislaman," katanya.

Sementara itu, melihat sangat perhatiannya Pemerintah Arab Saudi akan pendidikan, Unair menargetkan bisa menjalin kerja sama dengan Arab Saudi di berbagai bidang, Rektor Unair Prof Mohamad Nasih mengatakan mereka telah menjalin kerja sama dengan Taiwan, Tiongkok, Australia, Jepang dan Eropa tapi belum untuk negara Timur Tengah.

"Untuk Timur Tengah akan lebih ditingkatkan lagi dalam berbagai bidang. Saya pikir kita akan lebih mudah kerja sama dengan mereka," ujarnya.
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari