Bea Cukai Banten, Gagalkan Penyeludupan Barang Ilegal

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Bea Cukai Banten, Gagalkan Penyeludupan Barang Ilegal

09 March 2018 15:10 | • Wartawan : redaksi • Editor : Andrico Putra • Dibaca : 137 kali
Indosiana.com - Bea Cukai Banten menindak 26 upaya penyelundupan beberapa barang ilegal di Pelabuhan Merak, Dan juga Rincian 26 penindakan barang ilegal tersebut adalah 3 penindakan komoditi tekstil impor, 8 penindakan penjualan minuman beralkohol ilegal, 11 penindakan rokok ilegal, 2  penindakan importasi barang modal, dan 2 penindakan pengangkutan minuman keras impor ilegal.

"Barang-barang yang ilegal tersebut terdiri dari 7.743 potong produk tekstil, 2.903.960 batang hasil tembakau, 14.940 botol minuman keras lokal, dan 13.884 botol minuman keras impor dengan nilai barang mencapai Rp 8.089.100.000 (Rp 8 miliar)," kata Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Banten Decy Arifinsjah dalam jumpa pers di Kantor Wilayah Bea Cukai Banten, Tangerang Selatan, Selasa (6/3/2018)

Decy menjelaskan, potensi kerugian yang bisa ditimbulkan dari 26 upaya penyelundupan tersebut mencapai Rp 17.6 miliar.

Dan juga selain menyita barang bukti, Bea Cukai Banten juga menyita barang-barang yang digunakan sebagai bagian dari modus penyelendupan katanya.

"Namun Petugas kami juga telah melakukan penyitaan sejumlah barang bukti yang digunakan sebagai modus, yakni berupa empat unit truk, 161 batang kayu, 17 lembar fiber, dan 1.700 buah kelapa yang digunakan untuk menutupi minuman keras impor yang diangkut," jelas Decy.

Namun Ia juga menambahkan, modus menimbun minuman keras menggunakan kelapa dan kayu tersebut baru pertama kali ditemukan pihaknya. Upaya penyelundupan itu diketahui berasal dari Sumatera.

"Untuk prosesnya masih belum bisa kami jelaskan secara detail katanya, tetapi kami telah mengintai selama tiga minggu. Ini menyeberang dari Sumatera ke Pulau Jawa untuk dipasarkan di Jakarta dan sekitarnya, jelas dia.
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari