WNI di luar negeri Akan Ikut Pemilu 2019

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

WNI di luar negeri Akan Ikut Pemilu 2019

09 March 2018 11:18 | • Wartawan : redaksi • Editor : Elvi Darmawarni • Dibaca : 30 kali
Indosiana.com - Indonesia akan digelar pemilihan umum pada April 2019 mendatang. Untuk menyambut pesta demokrasi tersebut, pemerintah melakukan berbagai persiapan agar seluruh rakyat Indonesia bisa berpartisipasi.

Tidak hanya warga yang berada di Indonesia saja, tetapi WNI yang sedang menetap di luar negeri juga diharapkan bisa ikut menyumbangkan suara pada pemilu mendatang. Oleh karena itu, pihak Kementerian Luar Negeri RI melakukan pendataan terhadap WNI yang saat ini tercatat berada di luar negeri.

"Kementerian Luar Negeri memberi dukungan penuh terhadap penyelenggaraan pemilu 2019 mendatang. Proses awal kami mengumpulkan data WNI di luar negeri dari database 129 perwakilan Indonesia di negara lain, satu Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, dan BNP2TKI," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal, saat menggelar jumpa pers di Kementerian Luar Negeri Jakarta Pusat, Kamis (8/3).

Saat ini, kata Iqbal, ada 3,2 juta WNI yang sedang berada di luar negeri. Jumlah tersebut kemudian menyusut setelah dilakukan penyatuan data dari beberapa sumber database.

"Dari data-data didapat sumber pendataan, ada 3,2 juta WNI di luar negeri saat ini. Kemudian setelah dilakukan cleansing (pembersihan), tersisa 2,2 juta WNI di luar negeri. Pengurangan jumlah signifikan tersebut disebabkan adanya data ganda yang didapat dari masing-masing perwakilan. Misalnya, ada WNI yang ambil S1 di Singapura, lalu S2 di Jerman, jadi datanya double" paparnya.

KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)