UGM Kirim Mahasiswa KKN ke Asmat

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

UGM Kirim Mahasiswa KKN ke Asmat

20 February 2018 11:53 | • Wartawan : redaksi • Editor : Elvi Darmawarni • Dibaca : 42 kali
JAKARTA - Program lanjutan ini adalah dengan pengiriman mahasiswa melalui KKN bertema kesehatan. Mahasiswa yang akan dikirim ke Asmat harus mampu lolos seleksi dengan mengedepankan kompetensi bidang medis. Jika memungkinkan, selanjutnya UGM akan mengombinasikan KKN dengan program non-KKN.

“Jadi KKN tetapi dengan tema utama kesehatan, baru ditentukan jumlah unitnya, yaitu satu unit. Satu unit bisa terdiri atas 20 sampai 30 mahasiswa. Namun, UGM juga sedang menggodok kombinasi dengan program UGM yang non-KKN lainnya,” terang Sekretaris Direktorat Pengabdian Masyarakat UGM Rachmawan Budiarto seperti dilansir dari okeyzon, Selasa (20/2/2018).

Berdasarkan identifikasi yang sudah dilakukan, tim Deru di Asmat memang membutuhkan dukungan tim kesehatan. Namun, proses penempatan tinggal mahasiswa harus ada di setiap distrik atau tidaknya masih dalam tahap diskusi karena untuk mencapai beberapa distrik terjauh butuh waktu hitungan jam dan tidak bisa dijangkau dengan speed boat, tetapi harus memakai perahu.

Banyak resiko yang harus dipertimbangkan jika UGM benar-benar mengirim mahasiswa KKN ke Asmat, salah satunya adalah penyakit malaria yang wajib diantisipasi. Belum lagi ketersediaan air bersih yang minim karena masyarakat Asmat hanya mengandalkan air hujan dari bak penampungan. Namun, jika percobaan pertama pengiriman mahasiswa KKN ini berjalan baik maka akan dilanjutkan dengan sistem reguler.

“Mahasiswa yang dikirim tentu akan diseleksi, selain kompetensi yang dimiliki juga harus sehat, karena banyak pertimbangan tadi,” ungkapnya.

Sebenarnya UGM selalu mengirimkan mahasiswa KKN dari Sabang sampai Merauke. Namun, untuk ke Papua belum pernah mengirimkan mahasiswa dalam jumlah banyak karena biaya operasional yang sangat besar.
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)