Jawa Barat usai Deddy Mizwar 'sebatang kara'

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Jawa Barat usai Deddy Mizwar 'sebatang kara'

28 December 2017 15:13 | • Wartawan : redaksi • Editor : Elvi Darmawarni • Dibaca : 52 kali
Indosiana.com - Posisi Sudrajat-Syaikhu sudah aman dengan total 27 kursi DPRD Jabar. Dengan rincian, PKS 12 kursi, Gerindra 11 kursi dan PAN 4 kursi. Syarat minimal maju Pilgub Jabar yakni 20 kursi DPRD.

Sementara lawan terkuatnya yakni Ridwan Kamil telah lebih dulu kantongi tiket. Wali Kota Bandung ini didukung NasDem 5 kursi, PPP 9 kursi dan PKB 7 kursi. Tapi Ridwan juga tak lantas aman. PPP tengah digoyang Golkar untuk berpaling. Meskipun Ridwan dalam sejumlah kesempatan meyakini bahwa partai pengusungnya solid. Hanya tinggal menentukan calon wakilnya saja.

Dengan demikian, tersisa PDIP, Golkar dan Hanura yang belum punya pasangan. Kesempatan Deddy Mizwar maju Pilgub Jabar masih terbuka jika bisa merayu PDIP atau Golkar untuk merapat.

Golkar telah memutuskan untuk mendukung kadernya Dedi Mulyadi usai mencabut dukungan dari Ridwan Kamil. Dedi pun diminta cari rekan koalisi. Golkar tak menutup peluang untuk koalisi dengan Demokrat. Tapi dengan syarat.

"Dedi Mulyadi kesiapan mentalnya lebih unggul Demul (jadi Cagub). Perkara survei masalah waktu," kata Koordinator Pemenangan Pemilu Indonesia I Golkar, Nusron Wahid.

Seperti diketahui sejumlah lembaga survei menempatkan Ridwan Kamil masih memiliki elektabilitas terkuat di Pilgub Jabar. Nomor dua ada Deddy Mizwar, disusul oleh Dedi Mulyadi.

Nusron tak masalah Golkar berkoalisi dengan siapapun. Tapi, harus ada nama Dedi Mulyadi baik sebagai calon gubernur atau calon wakil gubernur.

Keputusan politik yang paling dinanti di Jawa Barat adalah PDIP. Sendirian pun, PDIP bisa mencalonkan cagub dan cawagub karena memiliki 20 kursi DPRD Jawa Barat. Karena itu, hasil penjaringan cagub dan cawagub dari partai pemenang pemilu 2014 ini sangat dinanti dan bisa mengubah peta politik yang sudah terkristal ini.

PDIP rencananya baru akan umumkan calon pada 4 Januari 2018. Sederet nama telah dipertimbangkan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini. Dari internal ada nama Puti Guntur Soekarno dan Bupati Majalengka Sutrisno dan Sekretaris DPD Jabar Abdy Yuhana. Sementara dari kalangan eksternal ada mantan Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Santer kabar menyebutkan PDIP akan menduetkan Dedi Mulyadi dengan Anton Chaliyan. Kabar inipun diamini oleh Anton yang mengklaim menjadi calon terkuat dari PDIP di Pilgub Jabar 2018.


KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)