Banjir Bandang Terjang Garut Utara

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Banjir Bandang Terjang Garut Utara

23 November 2017 11:54 | • Wartawan : redaksi • Editor : • Dibaca : 120 kali

Garut - Menurut warga, debit air berasal dari meluapnya sungai Cipedes akibat hujan yang terjadi hampir seharian. Ketinggian air sungai yang mencapai 2 meter menggenangi Kampung Cipeundeuy, Kampung Cipeuyeum, dan Kampung Cijanur.

"Di kampung Cijanur, 8 rumah warga, 1 masjid, 1 madrasah tergenang banjir dengan ketinggian rata-rata 2 meter," ujarnya.
Meskipun demikian, beruntung musibah banjir itu tidak menelan korban jiwa, hanya satu warga atas nama Diki yang mengalami luka ringan saat berusaha menyelamatkan diri. "Namun beberapa ekor ternak warga hanyut terbawa banjir," ujarnya.

Untuk sementara hingga pagi ini, seluruh korban banjir masih dievakuasi di Puskesmas Malangbong, sementara bantuan buat korban belum ada. "Saat kejadian keadaan TKP cukup gelap, sebab listrik mati total," ungkapnya.

Akibat banjir yang melanda Kecamatan Malangbong tersebut, sebanyak 4 perjalanan KA yang melintasi rute Jawa Barat Selatan terhenti akibat jalur kereta api terendam air dan tertimpa materiel longsor, rangkaian perjalanan KA terpaksa berhenti sejenak di Stasiun Cipeundeuy.

Camat Malangbong, Teten Sundara, mengatakan banjir bandang yang terjadi sejak pukul 16.00 itu, menyebabkan tujuh titik terendam banjir di wilayahnya. Bahkan, tiga titik diantaranya menutup jalur kereta api.

"Banjir merendam Stasiun Kereta Cipeundeuy. Akibatnya jalur kereta terendam air. Longsor juga menutup jalur kereta di Kampung Cidahu, Desa Haurkuning, akibatnya rel kereta mengalami pergeseran," ujarnya.

Longsor juga menutup jalur kereta di Cikarang dan mengakibatkan rel kereta tertimbun materiel longsor. Banjir juga merendam Kampung Cijanur, Desa Sukamanah. Menurutnya, ada 10 rumah yang terendam banjir dengan ketinggian 1,5 meter.

"Kami masih koordinasi untuk jalur kereta yang terendam. Untuk rumah yang kebanjiran juga masih didata. Penghuninya masih dievakuasi," ucapnya.

Akibat musibah itu,perjalanan KA di jalur kilometer 231 antara Stasiun Bumiwaluya dan Stasiun Cipeundeuy masih tertutup longsor hingga Rabu pukul 21.00 WIB, tadi malam.

Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Joni Martinus, mengatakan longsoran menutup rel kereta sekitar 30 meter. Pihaknya pun masih melakukan penanganan agar jalur kereta bisa segera dilalui.

"Ada empat kereta yang tertahan. Kami masih berupaya melakukan pembersihan material longsor," kata Joni saat dihubungi.

Empat kereta tertahan di sejumlah stasiun. Di antaranya Argo Wilis di Cirahayu, Malabar di Bumiwaluya, Mutiara Selatan di Cibatu, dan Kahuripan di Cicalengka.
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari