A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

Ribuan Ikan Aneh Ini Tiba-tiba Muncul di Sungai Soga

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Ribuan Ikan Aneh Ini Tiba-tiba Muncul di Sungai Soga

09 November 2017 12:03 | • Wartawan : redaksi • Editor : • Dibaca : 110 kali

BANJARMASIN - Ikan bewarna hitam itu tampak berenang memenuhi aliran Sungai Soga di desa tersebut. Peristiwa ini direkam dan diposting oleh akun Facebook Taufik ZId Urahman yang mengaku sebagai Babinkamtibnas Desa Sungai Raya. Kejadian itu terjadi di perbatasan Desa Sungai Raya dan Desa Karimunting. Warga Desa Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang dihebohkan kemunculan ikan aneh

Tampak di video berdurasi beberapa menit itu, warga sekitar ramai berkumpul di bantaran sungai menyaksikan kumpulan ikan itu berenang. Informasi ini diposting pula berupa foto oleh akun Facebook, Wardi Milano di grup Habar Banua 6+.

Warganet ramai berkomentar yang rata-rata merasa heran dan heboh dengan kemunculan hewan tersebut. Menurut Wardi Milano, peristiwa itu terjadi pada Selasa (7/11/2017). Warganet yang merasa heran karena belum pernah melihat fenomena ini apalagi bentuk ikannya, maka mereka pun ramai menebak-nebak nama binatang itu.

Ada yang menyebutnya sebagai iwak kalantit, iwak tilan, haruan zaman now, sisili dan pumpun. “Di tempat aku kampung mayang .ngaran iwak itu iwak kalantit,” ujar Cacing

“Cacing bulu, bisa berkembang biak dengan mudah, dan ini pada suatu saat bisa mengalami ledakan populasinya pada suatu tempat,” komentar Gandhi Azari Hedwar Boer.

“Iwak tilan,” sebut Nurdin Bhacktiar.

“Haruan zaman now,” kata Khairil Mustafa.

“Ini hewan sejenis pumpun,namun bedanya dia mudah hancur karna tubuhnya yg sangat lunak,beberapa tahun lalu saya pernah melihat hewan jenis ini,ketika saya berada du laut saya menangkap dan memegangnya,dengan tubuhnya yg mudah hancur sangat sulit sekali memegang menggunakan jari. Sekali timbul hewan ini akan bergerombilan,” jelas Pasu-Pasu Pardengganan Sianturi. Tu sisili,” tambah Nadi Rusman.
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari