prostitusi online di Negeri Serambi Mekkah

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

prostitusi online di Negeri Serambi Mekkah

24 October 2017 12:20 | • Wartawan : redaksi • Editor : Elvi Darmawarni • Dibaca : 102 kali
Indosiana.com - Praktik prostitusi sudah pasti terjadi di seluruh wilayah negeri. Termasuk Banda Aceh, daerah yang dikenal sebagai Negeri Serambi Mekkah. pelaku AI (24) yang dikenal sebagai 'papi' nya anak-anak memboyong Pekerja Seks Komersial (PKS) dari luar Aceh. Untuk cara 'jualannya', AI bersama rekannya N yang masih buron menggunakan media sosial agar tidak tercium aparat.

AI mematok harga 'anak-anaknya' di kisaran Rp 800.000 hingga Rp 1,5 juta kepada pria hidung belang. Lokasi eksekusinya pun berpindah-pindah. Hal itu semata-mata untuk mengelabui aparat.

Praktik esek-esek itu terbongkar usai aparat Polresta Banda Aceh berpura-pura menjadi pelanggan ang ingin dipuaskan salah satu 'anak' papi AI.

"Kita berhasil membongkar praktek prostitusi online, ini berkat kerja keras tim Reskrim Polresta Banda Aceh setelah mendapat laporan dari masyarakat," ujar Kapolresta Banda Aceh Kombes T Saladin, Senin (23/10) di Mapolresta Banda Aceh.

Kata Saladin, pembongkaran prostitusi daring yang sudah beroperasi selama dua tahun ini dilakukan setelah petugas melakukan undercover buy. Petugas menyamar menjadi pelanggan hendak memesan PSK kepada germo AI. Setelah semua selesai, baru kemudian petugas menggerebek tempat biasa mangkal mereka.

Germo AI bekerja tidak secara langsung, sebutnya, akan tetapi ada seorang perantara berinisial N yang mencari PSK untuk pelanggan yang memesan. Biasanya, N menggunakan instagram, pesan berantai whatsApp, facebook dan sejumlah media sosial lainnya.

"Germo AI memang tidak menggunakan media sosial, hanya dia sebagai germo saja yang mencari pelanggan," jelasnya
"Korban (PSK) itu berasal dari luar Aceh, profesinya tidak ada pekerjaan," jelasnya.

Tersangka AI akan dijerat pasal 296 KUHP Jo 506 KUHP dengan ancaman kurungan badan selama 1,5 tahun. sedangkan rekannya berinisial N yang masih buron bisa dikenakan UU ITE, karena mempergunakan media sosial.



(merdekacom)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari