Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Targetkan Anak Sekolah, Pengedar Beri Harga Miring untuk Obat PCC

14 September 2017 15:29 | • Wartawan : redaksi • Editor : Elvi Darmawarni • Dibaca : 5 kali
Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan tersangka yang menyebarkan obat PCC kepada anak sekolah di Kendari, Sulawesi Tenggara. Obat tersebut diedarkan salah satu caranya dijual dengan harga Rp 25 ribu per 20 butir.

"Dijual kepada anak-anak sekolah dengan harga 20 butir Rp 25 ribu. Nah, ini yang sedang kita kembangkan," tutur Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (14/9/2017).

Menurut Arman, pengedar obat PCC ini sudah menyambangi sejumlah lokasi. Berdasarkan data BNNK Kendari, korban obat PCC mencapai 61 orang dengan satu orang bocah SD meninggal dunia.

"Kami akan melihat perkembangannya karena ini baru beberapa hari yang lalu. Dan saat ini para petugas tengah mengumpulkan keterangan dan barang-barang bukti. Saya kira nanti kalau sudah lengkap kami akan tindak lanjuti, termasuk pemeriksaan laboratorium di BNN," kata Arman.

Arman menyebut, obat PCC termasuk obat keras yang tidak diperkenankan dijual secara bebas. Meskipun masuk ke apotek, pihak toko harus menjaga ketat penjualan obat tersebut.

"Tadi saya sudah bilang, seharusnya itu tidak boleh diperjualkan secara bebas tanpa dari keterangan dokter atau rekomendasi dokter," ujar Arman.

Sebagai informasi, BNNP Sulawesi Tenggara menyebutkan sudah ada lima tersangka yang diamankan pihaknya dan Polda setempat terkait peredaran obat PCC di Kendari.

Kelima tersangka itu merupakan perempuan. Modusnya, mereka memberi gratis obat PCC itu kepada para korban. Namun, pada penggunaan selanjutnya, mereka mulai mematok harga kepada para pengguna.
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari