Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Indonesia dan Uni Eropa Tingkatkan Kerja Sama Ilmu Pertahanan

14 September 2017 11:23 | • Wartawan : redaksi • Editor : Elvi Darmawarni • Dibaca : 50 kali
JAKARTA - Universitas Pertahanan (Unhan) Laksda TNI  Amarulla Octavian, menyampaikan rencana kerja sama pertahanan Indonesia dan Uni Eropa antar universitas bidang pendidikan dan latihan dan itu lah yang di katakan oleh dekan universitas pertahanan.

Paparan tersebut disampaikan pada European Union Defense Attaches Meeting yang dihadiri Wakil Duta Besar Uni Eropa Charles Michel Geurtz dan 15 Atase Pertahanan dari negara-negara anggota Uni Eropa pada Rabu (13/9/2017).

Paparan berjudul International Cooperation in the Area of Defense Education and Training: Indonesia Perspective banyak membahas peluang peningkatan kerja sama antara Unhan dengan seluruh negara anggota Uni Eropa dalam kerangka ASEAN Political-Security Community dan pencapaian akreditasi internasional Unhan sebagai World Class Defense University tahun 2024.

Pertemuan yang membahas kerja sama pertahanan ke depan itu sebagai tindak lanjut kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Brussels pada 21 April 2016.

Beberapa rencana kerja sama juga selaras dengan hasil pertemuan pertama joint committee dalam kerangka Partnership and Cooperation Agreement (PCA) antara Indonesia dan Uni Eropa yang juga diselenggarakan di Brussels pada 28 dan 29 November 2016.

Menurut Octavian, kerja sama internasional dalam rangka pendidikan dan latihan lebih diarahkan untuk meningkatkan profesionalitas prajurit TNI sekaligus membangun Confidence Building Measures (CBM).

Untuk meningkatkan mutu pendidikan, kata dia, fokusnya adalah mencapai tingkat kesetaraan ilmu pertahanan melalui pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, penyelenggaraan bersama seminar-seminar internasional, dan publikasi ilmiah.

“Sedangkan untuk meningkatkan pelatihan fokusnya adalah standarisasi kompetensi dan kapasitas militer melalui penetapan parameter kompetensi bintara-tamtama, kapasitas perwira, efektifitas operasi militer, efisiensi latihan militer dan dukungan logistik," ucapnya.
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari