Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Polda Riau Amankan 8.000 Butir Pil Ekstasi

08 September 2017 14:58 | • Wartawan : Redaksi • Editor : Elvi Darmawarni • Dibaca : 7 kali
Pekanbaru - Direktorat Reserse Narkotika dan Obat-obatan Kepolisian Daerah Riau mengamankan sekitar 8.000 butir pil ekstasi dan sebanyak tiga perempat kilogram sabu-sabu asal Malaysia yang dibawa dari Kabupaten Bengkalis.

"Kami ikuti dari Bengkalis, dikejar sampai di Kabupaten Siak dan dibuang di jalan sehingga berserakan. Masih lari kencang, ngebut pakai minibus Avanza akhirnya ditangkap di Kabupaten Pelalawan," kata Direktur Resnarkoba Polda Riau Kombes Hariono, di Pekanbaru, Jumat (8/9/17).

Lebih rinci disampaikannya bahwa jumlah ekstasi perkiraannya sekitar 9.000 butir. Namun karena jatuh berserakan dan banyak pecah, maka ditaksir sebanyak 8.000. Sedangkan sabu-sabu pertama 1 kg, karena jatuh juga diperkirakan tinggal tiga perempat kg saja.

Tersangka yang diamankan, menurutnya, ada satu orang berinisial RM (40), satunya lagi mengaku hanya sopir. Penangkapan dilakukan pada Jumat dini hari (8/9/17) pukul 01.45 WIB di Jalan Lintas Sumatera, Pelalawan.

Penangkapan itu juga bertepatan dengan kegiatan pelepasan dan penyambutan Kepala Kepolisian Daerah Riau yang baru Irjen Zulkarnain yang akan menjadi Kapolda Sumatera Selatan, dan digantikan Brigjen Nandang yang sebelumnya Kapolda Sulawesi Barat.

Kapolda Riau yang baru Brigjen Nandang ketika ditanyakan hal itu membenarkan sudah mendapat laporan dari Diresnarkoba. Dia pun dalam arahannya menyampaikan akan memprioritaskan pemberantasan narkoba semaksimal mungkin.

Hal tersebut dikarenakan posisi Riau yang strategis berbatasan laut dengan negara tetangga. KOndisi geografis tersebut membuat Riau menjadi rawan akan masuk barang ilegal termasuk narkoba terutama yang telah diungkap banyak berasal dari Malaysia.

"Di Malaysia dihukum gantung, tapi ke sini masuknya berkilo-kilo. Satuan Polisi Air harus benar-benar patroli. Kalau siang patroli, yang menyelundupnya malam, kapan bertemunya polisi sama penjahat," ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, polisi harus punya deteksi dini dan intelijen yang tahu kapan saatnya kejahatan dilakukan.

Terlebih lagi yang namanya penyelundup akan menggunakan beragam cara untuk mengelabui petugas, katanya pula. (*)

KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari