Dinkes Solok Selatan Temukan 33 Balita Kekurangan Gizi

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Dinkes Solok Selatan Temukan 33 Balita Kekurangan Gizi

31 August 2017 09:14 | • Wartawan : Redaksi • Editor : • Dibaca : 88 kali
Padang Aro - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat menemukan 33 orang anak di bawah lima tahun (balita) kekurangan gizi berupa gizi buruk dan gizi kurang.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Solok Selatan, Rika Febriani di Padang Aro, Rabu (30/8/17), mengatakan, dari 33 balita yang ditemukan, empat balita menderita gizi buruk sedangkan 29 lagi gizi kurang yang sekarang dalam pengawasan petugas kesehatan.

"Kami sudah memberikan penanganan khusus bagi balita penderita gizi buruk dan memberikan pengawasan ekstra," katanya.

Dia mengatakan empat balita penderita gizi buruk berada di Abai dan Padang Aro, penyebabnya karena kurang asupan gizi atau pola asuh yang kurang baik serta di Lubuak Gadang Timur karena menderita step saat usia delapan bulan.

Selain itu, sebagai upaya pemulihan pihaknya memberikan makanan tambahan guna memperbaiki gizinya seperti kacang padi dan gula, susu serta MP ASI.

"Pemberian makanan tambahan ini juga diawasi oleh petugas gizi dari Puskesmas supaya takarannya pas serta betul-betul diberikan pada balita yang menderita gizi buruk," ujar dia.

Balita penderita gizi buruk, bukan hanya dari keluarga kurang mampu tetapi juga yang tergolong mampu. Itu disebabkan pola asuh dan lingkungan yang kurang bagus.

Dia menjelaskan untuk penderita gizi buruk makanan pendamping wajib diberikan tetapi bagi gizi kurang hanya sebagai antisipasi agar tidak sampai menderita gizi buruk.

Seorang balita disebutkan gizi buruk dan kekurangan gizi jika berat badannya tidak sesuai kriteria umur dan tingginya dengan ciri badannya terlihat kurus.

Sementara itu Tim Penggerak Kesejahteraan Keluarga beserta Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Solok Selatan bekerja sama dengan OPD memberikan bantuan berupa sembako makan tambahan bagi anak penderita kekurangan gizi.

"Kita mengunjungi dan memberikan bantuan sembako serta penunjang gizi pada 18 orang balita yang menderita kekurangan gizi," kata Ketua GOW Solok Selatan Ayu Abdul Rahman.

Dia berharap, penanganan anak yang kekurangan gizi terutama gizi kurang betul-betul maksimal sehingga bisa disembuhkan.

Selain itu bantuan yang diberikan diharapkan bisa membatu keluarga balita yang kekurangan gizi.

Pemberian bantuan oleh TP-PKK dilaksanakan pada Selasa (29/8/17) sedangkan oleh GOW pada Rabu di empat lokasi yaitu Bariang, Durian Tanjak, Maluih dan Padang Aro.

Ketua GOW juga berbincang serta mendengar keluhan dari keluarga balita penderita kekurangan gizi yang dikunjungi. (*)

KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)