Anggaran Pembangunan Bypass Padang dari APBN

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Anggaran Pembangunan Bypass Padang dari APBN

29 August 2017 14:33 | • Wartawan : Redaksi • Editor : • Dibaca : 192 kali
Padang - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan pengerjaan jalur dua jalan Bypass Padang yang membentang dari Duku menuju Pelabuhan Teluk Bayur dirampungkan menggunakan dana APBN.

"Karena saat ini loannya sudah habis kita akan teruskan dengan APBN," kata dia di Padang, Senin (28/8/17) malam, usai membuka konferensi internasional tentang Ilmu Bumi dan Teknik serta Interdispliner penelitian obat-obatan Alam diselenggarakan Universitas Andalas bekerja sama dengan Cavet Inova Tehnical Society.

Menurutnya loan tersebut hanya sumber uang dan pemerintah akan mengalokasikan dari APBN agar pengerjaan jalan tersebut dapat dituntaskan.

Sebelumnya sejumlah warga Padang mengharapkan pemerintah menuntaskan pembangunan jalan dua jalur Bypass menghubungkan antara Teluk Bayur dan Bandara Internasional Minangkabau sepanjang 27 kilometer pada tahun ini.

Saat ini pada beberapa ruas jalan masih belum tuntas seperti di Pasar Ambacang, Sungai Sapih Kuranji yang mengakibatkan pengendara terpaksa menggunakan satu jalur.

Padahal, lahan telah ditimbun dan disiapkan untuk jalan akan tetapi belum diaspal.

Akhirnya pada lokasi tersebut dipasang pagar pembatas yang menyebabkan kemacetan pada waktu tertentu misal pagi saat masuk kerja dan sore hari.

Warga Kampung Pinang Kuranji Padang, Andhika mengatakan belum rampungnya jalan tersebut berbahaya karena rawan kecelakaan.

Misalanya di simpang Ketaping menuju kampus Universitas Andalas, yang jalannya sempit sehingga ada beberapa kendaraan telah usai lampu merah berpotensi tabrakan dengan kendaraan arah lain, katanya.

Sejauh ini, tambahnya telah banyak kendaraan yang menabrak pagar pembatas tersebut, dan akan berbahaya bila dibiarkan.

Menanggapi hal ini Kepala Dinas Perhubungan Padang, Dedi Henidal mengemukakan bahwa pemasangan pagar pembatas dilakukan oleh Balai Besar Jalan guna memudahkan pengendara saat melewati jalur tersebut.

Sedangkan pembangunan jalan saat ini telah berada pada wewenang nasional dan segera dituntaskan.

"Kami bersama kepolisian hanya bisa mengatur lalu lintas untuk memperlancar arus transportasi," ujarnya. (*)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)