Makanan Kaya Kalori Tingkatkan Resiko Kanker pada Wanita

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Makanan Kaya Kalori Tingkatkan Resiko Kanker pada Wanita

22 August 2017 11:45 | • Wartawan : Redaksi • Editor : • Dibaca : 127 kali
Indosiana - Positifers, sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa makanan yang mengandung banyak kalori selain dapat menambah berat badan,  dapat meningkatkan resiko kanker pada wanita.

Para peneliti ingin mengetahui bagaimana rasio energi terhadap berat makanan, atau dikenal dengan kepadatan energi diet (DED), berkontribusi terhadap risiko kanker. Mereka melihat DED dalam makanan wanita pasca menopause.

Temuan, yang diterbitkan dalam Journal of Academy of Nutrition and Dietetics, menunjukkan bahwa mengkonsumsi makanan padat energi menyebabkan peningkatan 10 persen terhadap kanker disebabkan obesitas diantara wanita dengan berat badan normal.

"Efek yang ditunjukkan pada wanita dengan berat badan normal terkait dengan resiko kanker terkait obesitas adalah hal yang baru," jelas Profesor di Mel and Enid Zuckerman College of Public Health, Cynthia Thomson.

"Temuan ini menunjukkan bahwa menjaga berat badan saja tidak dapat melindungi tubuh dari kanker terkait obesitas, apalagi jika wanita menyukai pola diet yang mengindikasikan konsumsi kepadatan energi tinggi," kata Thomson.

Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana DED sendiri terkait dengan risiko kanker, peneliti menggunakan data tentang 90.000 wanita pascamenopause termasuk makanan mereka dan diagnosis kanker apa pun.

Para periset menemukan bahwa makanan kepadatan energi diet yang lebih tinggi pada wanita dengan berat badan normal dapat menyebabkan disregulasi metabolik yang tidak bergantung pada berat badan, dan hal ini diketahui dapat meningkatkan risiko kanker.

Di sisi lain, studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana kepadatan energi diet dapat berperan dalam risiko kanker bagi populasi lain seperti remaja dan pria, informasi ini dapat membantu membujuk wanita pascamenopause untuk memilih makanan padat energi rendah, bahkan jika mereka sudah sehat Indeks massa tubuh.

"Di antara wanita dengan berat badan normal, DED yang lebih tinggi mungkin merupakan faktor penyebab kanker disebabkan obesitas," kata Thomson.

Sumber: www.Boldsky.com
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari