Ilmuwan Berhasil Temukan Cara untuk Melacak Penyebaran HIV

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Ilmuwan Berhasil Temukan Cara untuk Melacak Penyebaran HIV

22 August 2017 10:03 | • Wartawan : Redaksi • Editor : • Dibaca : 178 kali
Indosiana - Para ilmuwan berhasil mengembangkan cara untuk melacak infeksi HIV sehingga dapat mengidentifikasi partikel individu yang menginfeksi setiap sel dan menemukan terapi baru untuk pencegahan dan penanganan penyakit. Mereka telah melakukan pengamatan dari pergerakan dan perkembangan virion (partikel virus lengkap, yang utuh secara struktural dan menular) di dalam sel tubuh, namun relevansi pengamatan ini sebelumnya tidak jelas, karena banyak virion yang rusak atau tidak berkembang untuk membuat penyebaran lebih lanjut dari sel tersebut.

"Penelitian yang menganalisa varion yang menginfeksi suatu sel yang akan membantu untuk membawa kejelasan lebih lanjut tentang penyebaran HIV. Ini memungkinkan kami untuk memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan virus untuk menginfeksi sel. Selain itu juga memberi kita rincian baru, seperti di mana dari mana sel itu dan waktu terbentuknya," ujar salah seorang peneliti dari Northwestern University, Thomas Hope."

Dia menjelaskan, semakin banyak yang kita ketahui tentang virus ini, semakin banyak juga peluang kita untuk menghentikan virus ini. Selain itu, selama masa terinfeksi, virus HIV memasuki sel kekebalan tubuh dan memberikan kapsidnya (kerucut yang memegang materi genetik virus) ke dalam sitoplasma sel. Dari sana, kapsid disassembles melalui proses yang disebut "uncoating," yang sangat penting untuk sintesis DNA virus dari genom RNA dan pembajakan fungsi sel.

Bagaimanapun juga, rincian spesifik uncoating telah kontroversial, dengan dua kelompok pemikiran. Orang percaya bahwa uncoating terjadi di akhir pori-pori, memungkinkan faktor masuk ke nukleus. Sebuah kamp kedua menunjukkan data yang menunjukkan bahwa uncoating terjadi lebih awal dan di sitoplasma. Sebagian, ketidakpastian berlanjut karena metode penelitian HIV sebelumnya tidak dapat membedakan antara partikel virus yang benar-benar menyebabkan infeksi sel, dan hal-hal yang tidak relevan.

Dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Prosiding National Academy of Sciences, para ilmuwan menggunakan sistem pencitraan fluorescent sel hidup baru yang memungkinkan mereka untuk pertama kalinya mengidentifikasi partikel individual yang terkait dengan infeksi. Dalam kasus ini, mereka menggunakan pendekatan ini untuk memantau bagaimana kapsid HIV tidak dilapisi di sel pada tingkat partikel individu.

Mereka menunjukkan bahwa uncoating yang menyebabkan infeksi terjadi di awal sitoplasma, sekitar 30 menit setelah fusi sel. Temuan ini hanyalah satu contoh penemuan baru tentang HIV yang mungkin bisa dilakukan dengan sistem pencitraan.

"Mampu menghubungkan infektivitas partikel individual dan bagaimana mereka berperilaku dalam sel terhadap infeksi itulah yang benar-benar kita pedulikan karena akan berdampak besar di lapangan," kata Hope. "Sistem sekarang dapat digunakan untuk menyelesaikan kontroversi lain dalam biologi HIV dan untuk menentukan target potensial untuk pengembangan obat yang paling relevan," katanya.

Sumber: www.Boldsky.com
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari