Makan Sayur dan Buah Layu Bisa Kena Penyakit Berbahaya

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Makan Sayur dan Buah Layu Bisa Kena Penyakit Berbahaya

19 August 2017 09:58 | • Wartawan : Redaksi • Editor : • Dibaca : 156 kali
Jakarta - Seperti diketahui, mengonsumsi sayur dan buah bermanfaat bagi kesehatan. Menyantap sayur dan buah dapat mencegah timbulnya tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker. Karena itu, Departemen Agrikultur Amerika Serikat menganjurkan masyarakat untuk makan sayur dan buah pada setiap waktu makan.

Wanita dewasa, dianjurkan untuk mengonsumsi satu setengah hingga dua mangkuk buah dan dua hingga dua setengah mangkuk sayur setiap hari. Sementara itu, laki-laki dewasa disarankan untuk menyantap dua mangkuk buah dan dua setengah hingga tiga mangkuk sayur setiap hari.

Namun, ternyata sayur dan buah tak selamanya baik untuk kesehatan, lho. Jika sayur dan buah tidak ditangani dengan baik, dapat timbul bakteri dan kuman yang berbahaya bagi kesehatan.

Contoh kuman dan bakteri yang dapat muncul di sayuran dan buah kurang segar adalah listeria, salmonella, shigella, noroviruses, hepatitis A, giardia lamblia, rotavirus, dan e. coli. Dilansir dari mayoclinic.com, jika seseorang tak sengaja mengonsumsi bakteri itu, mereka bisa keracunan makanan.

Sindrom yang biasa muncul ketika keracunan makanan antara lain kram perut, diare parah, demam, menggigil, mual, muntah, pusing, kelelahan, dan lemas. Lebih parahnya lagi, keracunan makanan dapat berlangsung hingga 10 hari.

Walaupun keracunan makanan bisa diobati, bahkan sering kali sembuh dengan sendirinya, tetapi alangkah baiknya jika sudah bisa dicegah sejak awal.

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah mencuci sayur dan buah sebelum dimakan, memisahkan sayur dan buah dari makanan yang dapat mengontaminasi, seperti daging mentah, serta menyimpan sayur dan buah di suhu dan kelembapan yang tepat.

Dilansir dari ahli kesehatan di Cornell Cooperative Extension Center, buah dan sayur harus disimpan di suhu dan kelembapan tertentu, tergantung jenisnya. Contohnya, paprika, labu, dan kentang sebaiknya disimpan di tempat kering dan bersuhu hangat (10-15,6° C).

Sementara itu, bawang putih dan bawang bombay, harus disimpan di tempat kering dan bersuhu dingin (0-3,9° C). Lebih lanjut, apel, brokoli, wortel, selada, dan terung harus disimpan di tempat lembab dan bersuhu dingin (0-3,9° C). Namun, sebaiknya kulkas memiliki suhu rata-rata 1,11° C.

Selain itu, sebaiknya sayur dan buah ditempatkan di dalam tempat tertutup, seperti bungkus aslinya atau tempat makan, saat disimpan di kulkas agar kesegarannya terjaga. Untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal, sebaiknya gunakan kulkas POLYTRON Belleza 3. Lemari pendingin ini dilengkapi fasilitas Shielded Moisture Compartment yang dapat melindungi udara luar masuk ke ruang penyimpanan buah sehingga buah 2x lebih awet dan tahan lama.
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari