Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Gagal Tiga Kali, Tidak Bisa Sertifikasi

03 November 2013 09:15 | • Wartawan : Redaksi PadangToday • Editor : • Dibaca : 160 kali
Hanya ada tiga kesempatan bagi guru-guru untuk ikut Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Jika peserta PLPG gagal tiga kali, peluangnya untuk mendapatkan sertifikasi tertutup selamanya.

Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur Salamun menyatakan, guru-guru yang tahun ini gagal PLPG masih diberi kesempatan untuk ikut tahun depan. Kesempatan PLPG tersebut ada hingga 2015. Jika tahun ini, 2013, 2014, dan 2015 tetap gagal, mereka tidak memperoleh tunjangan profesi pendidik (TPP) untuk selamanya. "Mereka hanya menerima gaji dan tunjangan fungsional," ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan dari JPNN (Grup PadangToday), Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur Ichwan Sumadi menyampaikan, berdasar hasil PLPG di Jawa Timur gelombang I hingga III, guru yang lulus hanya 30 persen. Sisanya, 70 persen, tidak lulus. LPTK Rayon 114 Unesa saja menyebut ada 1.827 di antara 2.870 guru yang tidak lulus.

Hingga saat ini, belum diketahui angka pasti jumlah guru yang gagal PLPG gelombang I hingga III. Sebab, belum ada tembusan dari masing-masing LPTK di Jawa Timur.

Menurut Salamun, guru-guru tidak lulus PLPG bukan karena soal Ujian Tulis Nasional (UTN) terlalu sulit. Hanya, banyak guru yang mengeluh sebelum menjalaninya. "Sebenarnya, kalau guru mau belajar, soal itu tidak akan sulit," ucapnya.

Mengenai banyaknya guru yang tidak lulus PLPG, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Jawa Timur Harun menanggapinya dengan berbeda. Menurut dia, ada kemungkinan beberapa guru yang tidak lulus adalah guru senior yang usianya sudah sepuh.

"Guru senior memang sudah memiliki pengalaman. Tetapi, kalau ujian PLPG dengan standar isi disamakan dengan zaman sekarang, mereka memang belum tentu bisa," ujarnya.(*)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari