Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Walikota Payakumbuh Jadi Teladan Diservikasi Pangan

31 October 2013 16:00 | • Wartawan : Esha Tegar • Editor : • Dibaca : 456 kali
Menteri Pertanian Suswono menetapkan Walikota Payakumbuh Riza Falepi bersama empat kepala daerah lainnya di Indonesia, teladan dalam Gerakan Diversifikasi Pangan Tahun 2013. Di Sumatera Barat dan di Sumatera, hanya Walikota Payakumbuh Riza Falepi yang dianugerahi keteladanan Diservikasi Pangan itu. Penghargaan buat kelima kepala daerah itu, diserahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diwakili Mentan Suswono, dalam acara peringatan Hari Pangan Sedunia ke-33 Tingkat Nasional di Padang, Kamis (31/10).

Tidak hanya menerima penghargaan, Walikota Riza Falepi dalam acara tersebut juga menerima naskah perjanjian kerjasama bidang pertanian dan peternakan. Kota Payakumbuh direkomendasi Gubernur Irwan Prayitno salah satu kota di Sumbar yang akan melakukan usaha peternakan berskala besar, melibatkan kelompok peternak dan masyarakat. Perjanjian ini ditandatangi Riza Falepi dan Dirut PT Berdikari Librato El Arif. Empat kepala daerah teladan lainnya dalam Gerakan Diversifikasi Pangan Tahun 2013 itu, masing-masing Walikota Depok, Jabar, H. Nur Mahmudi Ismail, Walikota Kendari, Sulteng, H. Asrun, Bupati Wonogiri, Jateng, H. Danar Rahmanto dan Bupati Maluku Tenggara, Maluku, Anderias Rentanubun.

“Ini merupakan penghargaan tingkat nasional kesebelas bagi Payakumbuh, sejak dipimpin pasangan Walikota Riza Falepi dan Wakil Walikota Suwandel Muchtar, setahun lalu. Gerakan diversifikasi pangan, menurut Walikota  Payakumbuh Riza Falepi, didampingi Kepala Dinas Pertanian Drs. Iqbal Bermawi, Sekretaris Dinas Pertanian Ir. Depi Sastra, Kepala Kantor Ketahanan Pangan  Ir. Syahrial, dan Ketua TP-PKK Ny. Hennry Riza Falepi di arena pameran HPS di Padang, Kamis (31/10), sebuah program guna mengurangi ketergantungan pada beras/nasi sebagai makanan pokok masyarakat.

Di Payakumbuh, katanya, sejak dua tahun terakhir, SKPD terkait tak henti-hentinya melakukan sosialisasi diversifikasi pangan, dengan harapan ke depan,  masyarakat dapat memanfaatkan pangan alternatif sebagai pengganti beras. Dari tahun ke tahun, pemenuhan konsumsi  masyarakat bukan bergantung kepada beras, tapi sudah beralih ke makanan mengandung karbohydrat lainnya. Data di Kantor Ketahanan Pangan Payakumbuh, dalam dua tahun terakhir, sudah terjadi penurunan komsumsi beras rata-rata 3,5%, dari 123 Kg menjadi 116 Kg per tahun per kapita, dari target penurunan 2,5% per tahun. Pemko Payakumbuh, dalam menyukseskan program diversifikasi pangan ini, mengalokasikan dana pada 4 SKPD terkait (Kantor Ketahanan pangan, Dinkes, Dinas Pertanian dan BPMP-KB), total Rp913.902.788. Pada tahun anggaran 2014, direncanakan meningkat menjadi Rp1,5 Miliyar lebih, anggaran untuk program diversifikasi pangan ini.

Ternak Skala Besar Menyusul ditandatanganinya perjanjian kerjasama Pemko Payakumbuh dengan PT Berdikar itu, ke depan warga tak perlu khawatir lagi melakukan usaha peternakan dengan skala besar. Walikota Riza Falepi, mengajak warga yang memiliki lahan cukup besar, beternak sapi secara perorangan dan berkelompok.  Malahan untuk membuka usaha itu, pemerintah telah menyediakan kredit ketahanan pangan dan energi (KKPE). Sementara, jaminan pakan ternak hingga pemasaran menjadi tanggung jawab PT Berdikari. Kehadiran Rumah Potong Hewan (RPH) Modern di Kelurahan Payobasung, dengan peralatan mesin potong hewan yang sangat canggih dari Spanyol, juga menjamin pemasaran usaha ternak besar ini.

Menurut Walikota, Pemko tidak hanya mendorong masyarakat berternak, tapi kalangan PNS juga diajak melibatkan diri dalam usaha peternakan ini. Tinggal lagi, bagaimana SKPD terkait melakukan sosialisasi ke tengah masyarakat, agar warga bergairah beternak sapi atau hewan besar, karena dari hulu sampai ke hilir, sudah dijamin Pemko, sebutnya.

Terkait dengan usaha peternakan ini, pihak Unand pun akan menambah Fakultas Peternakan di Multi Kampus Unand Payakumbuh, selain membuka pasca sarjana atau S2 peternakan. RPH Modern pun, juga disiapkan untuk tempat studi lapangan bagi mahasiswa Unand. Di bagian lain dikatakan walikota, saat Menteri Pertanian  Suswono, berkunjung ke Payakumbuh, benar-benar kagum melihat panorama Bukik Patah Sembilan, yang akan disiapkan sebagai kawasan agro politan di kota ini. Karena berada tak jauh dari pasar ternak dan rumah potong hewan modern di Kotopanjang Payobasuang, Menteri Pertanian, memberikan saran dan solusi, agar di kawasan Bukik Patah Sembilan, dilengkapi dengan areal peternakan sapi.

“Nah, sekarang tinggal dengan masyarakat seputar Bukik Patah Sembilan atau kelurahan lainnya, bagaimana menangkap peluang ini. Pemko akan memfasilitasi warga yang mau beternak sapi skala besar, simpulnya.(*)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
RAHMAT
Bagus lah ,, kami yang di rantau ko sanang juo maliek kampuang dari jauah tambah maju..
31 October 2013
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari