Penyebar Video Hoax Mapala Unand Bakal Dituntut

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Penyebar Video Hoax Mapala Unand Bakal Dituntut

10 October 2013 17:45 | • Wartawan : Andri Mardiansyah • Editor : • Dibaca : 1354 kali
Maraknya peredaran Video Hoax (palsu) di media jejaring sosial, Facebook, Twitter dan Bleckberry Massenger yang mengatasnamakan insiden naas ke 6 mahasiswa pecinta alam Unand beberapa waktu lalu,saat melakukan kegiatan rutin, Survey lokasi pendidikan dasar membuat Organisasi penggiat yang cukup ternama tersebut gerah. Tak tanggun-tanggung, Mapala Unand akan segera menuntut pelaku penyebaran Video Hoax tersebut.

Diketahui video yang berdurasi selama 1 menit 37 detik dengan judul Shocking Flash Flood killing five in India, diunggah pertama kali pada tanggal 3 Juni 2013 melalui akun atas nama "hima haridas". Namun sesaat setelah jasad Aidil Akbar, korban terakhir yang berhasil ditemukan tim sar, Video tersebut menyebar cepat dengan beraneka macam judul yang intinya, seolah-olah video tersebut merupakan rekaman peristiwa yang menimpa 6 orang anggota Mapala Unand, 28 september lalu.

Dikatakan salah satu anggota senior Mapala Unand, Aldian, Video yang beredar mengatasnamakan tragedi yang dialami rekan kita adalah vidoe palsu, jika merujuk pada lokasi dan waktu peristiwa tersebut terjadi, mustahil ada yang bisa merekam peristiwa itu, sebab, saat kejadian yang menimpa keenam korban, adik-adik kita di Mapala Unand ini, kondisi cuaca sudah agak gelap, sekitar jam 6 sore, serta lokasi kejadian di sungai Padang Janiah yang masih berhutan lebat, sehingga dipastikan tak cukup pencahayaan untuk pengambilan gambar.

"Kalaupun ada yang merekam dengan HP, maka sangat dibutuhkan pencahayaan dengan intensitas yang tinggi, tak hanya itu, pada saat kejadian, tidak ada warga lain yang berada di lokasi selain anggota Mapala Unand, dari tempat kejadian hingga satu kilometer ke bawah, hanya terdapat 4 buah rumah penduduk yang jaraknya lebih dari 30 meter dari pinggir sungai, sehingga mustahil hal itu dilakukan," tegas, Aldian, Kamis (10/10).

Sementara itu, ketua Mapala Unand, Yulyandra Murshal menegaskan Video air bah yang beredar saat ini, sudah mulai beredar di dunia maya pada tanggal 1 Oktober, namun staff SMIO (search mission information officer/ humas SAR) pada operasi SAR di posko SAR Mapala Unand di Limau Manis, telah melakukan klarifikasi dengan salah satu pelaku pengunggah video Hoax tersebut, yang bersangkutan sudah meminta maaf dan berjanji akan berkunjung ke kantor mapala unand guna meluruskan informasi tersebut, namun hingga kini yang bersangkutan tak kunjung datang, bahkan telepon seluler yang bersangkutan pun tak lagi aktif.

Selain itu, staff SMIO Unand juga melacak 2 akun pelaku yang diduga penyebar pertama video Hoax tersebut, satu akun berasal dari kota Padang yang bernama NP dan satu lagi dari Jogjakarta dengan inisial YS.

Melihat tidak ada itikad baik dari pelaku penggunggah video tersebut, saat sekarang pihaknya sedang menyusun bahan dan mengumpulkan bukti lain, jika hal itu tuntas, kami akan melaporkan 3 oknum pengunggah tersebut kepada pihak yang berwajib, karena melanggar Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK, yang bersangkutan kita duga melanggar pasal 28 ayat 1 dan ayat 2, yakni dengan sengaja menyebarkan berita bohong dan merugikan orang lain, dengan ancaman 12 tahun penjara dan denda dua milyar rupiah,"kata Yulyandra.

Rektor Universitas Andalas, Werry Darta Taifur ketika di hubungi, mendukung penuh langkah hukum yang ditempuh oleh Mapala Unand, bahkan Rektor Unand ini akan menyiapkan tim penasehat hukum, jika Mapala Unand membutuhkannya,“Unand kan gudangnya pakar hukum, jadi dengan mudah kita bisa membentuknya," ujar Werry.(*)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Anggita Rezjia (toKodi)
subahnallah
28 October 2013