Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Dahlan Iskan Larang BUMN Ikut Tender di Akhir Tahun

03 October 2013 20:45 | • Wartawan : Redaksi Padang today • Editor : • Dibaca : 366 kali
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengingatkan seluruh perusahaan pelat merah agar tidak mengambil tender di akhir tahun. Sebab, Dahlan khawatir tender yang digelar akhir tahun akan bermasalah di kemudian hari.

"Intinya ke depan tidak boleh ada BUMN yang ikut tender di akhir tahun. Karena ini mustahil bisa menyelesaikan pekerjaan dalam hitungan 1-2 bulan, apalagi sistemnya swakelola. Enggak boleh lagi seperti itu, itu harus dicurigai tendernya," ujar Dahlan kepada JPNN (grup Padang today) di Jakarta, Kamis (3/10).

Dahlan justru mengatakan, bila ada BUMN yang mulai melakukan tender di akhir tahun maka hal itu hanyalah akal-akalan saja. Sebab, kesannya ikut tender akhir tahun lebih terkesan untuk menghabiskan anggaran tahunan.

"Ada apa dengan tender itu? Apakah tender itu untuk menghabiskan anggaran saja, apakah tender dilakukan supaya mencapai target, atau tender karena sulit menghabiskan anggaran? Itu harus dicurigai," papar Dahlan.

Mantan Dirut PLN ini lantas mencontohkan kasus yang menimpa Direktur Utama Sucofindo, Fahmi Sadiq yang kini menjadi tersangka korupsi. Fahmi disangka korupsi saat menjadi Dirut PT. Surveyor Indonesia, terkait proyek pemetaan dan pendataan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Ini tidak masuk akal, melakukan kontrak tender mulai bulan November. Sedangkan anggaran tidak boleh lagi terlaksana lagi tanggal 20 Desember. Bagaimana bisa dia (Fahmi, red) mapping sekolahan dalam waktu satu bulan? Kok mau ikut tender yang waktunya mepet seperti itu," ulas pria yang kerap mengenakan kemeja putih polos itu.

Kalaupun mau ikut tender di bulan November, kata Dahlan, maka realisasi proyeknya baru bisa dilakukan pada tahun berikutnya. Dengan harapan pada awal tahun sudah bisa melakukan penandatanganan kontrak.

"Bulan Januari bisa tanda tangan kontrak, itu bagus dan biar kontrak itu bisa berjalan. Nah kalau memulai menjalankan tender bulan November, bagaimana bisa mempertanggungjawabkannya? Yang ada akhirnya berantakan semuanya," pungkasnya. (*)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari